Tak Peduli Pakde Karwo-Gus Ipul Berpisah

 Politik

Surabaya, (DOC) – Kabar berpisahnya pasangan Soekarwo alias Pakde Karwo dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam Pilgub 2013, disikapi biasa oleh Aliansi Wong Cilik Bersatu (AWCB) yang mendukung pasangan itu. Menurut Koordinator AWCB Nugroho, hal itu wajar jika salah satu dari pasangan itu memilih sikapnya sendiri.

Menurut dia, sebenarnya Pakde Karwo sendiri meneruskan Karsa jilid II pada Pilgub 2013 untuk melanjutkan pembangunan di Jatim demi kesejahteraan warganya. Namun dalam perjalanannya, Gus Ipul sudah tak mau bersatu lagi, hal itu menurut Nugroho adalah haknya Gus Ipul dalam menyikapi demokrasi ini.

“Kalau berpisah, itu tak masalah bagi Pakde Karwo. Apa yang dikerjakan Pakde Karwo selama memimpin Jatim juga sudah terbukti. Situasi ekonomi dan keamanan di Jatim sudah baik dan kondusit. Semua sudah merasakannya dan terbukti. Begitu juga dengan daya beli masyarakat juga meningkat. Seharusnya dalam Jilid II ini, pasangan itu bisa lebih memerkuat dan meningkatkan kesejahteraan warga Jatim,” tukas Nugroho.

Terkait saling klaim dan dukung untuk Pakde Karwo, menurut Nugroho juga wajar karena itu jelang kampanye. Namun perlu diingat, Pakde Karwo itu bukan milik satu partai saja, tapi sudah menjadi bapaknya partai dan bapak pengayom untuk menjadikan rakyat Jatim adil dan makmur. Lagi pula, Pakde Karwo juga sudah memiliki massa sendiri dan tingkat bawah juga dukungannya sangat jelas.

“Kalaupun ada klaim dari partai-partai itu hak partai. Namun pada dasarnya, dukungan rakyat untuk Pakde Karwo itu sudah menyatu. Begitu juga dengan Gus Ipul, Pakde Karwo bukan milik Gus Ipul. Pakde Karwo juga dekat dengan NU dan kiai sepuh. Semua juga setuju jika Pakde Karwo melanjutkan kepemimpinannya. Bahkan Nahdliyin juga memberi dorongan ke Pakde Karwo untuk maju sendiri,” tambah Nugroho yang memprediksi jika pasangan Pakde Karwo adalah laki-laki.

Namun siapa pasangan itu, Nugroho menyarankan menunggu masa deklarasinya saja. Yang jelas, Pakde Karwo dari nasionalis tentu akan memiliki pasangan dari Nahdliyin. Yang mendekati Pakde Karwo saat ini sudah banyak sekali. Tentu untuk memilih pasangannya yang cocok, Pakde Karwo tak mau gegabah karena ini untuk memimpin Jatim ke depan. Pakde Karwo menginginkan agar membawa Jatim ke depan lebih baik lagi. (co/r4)