Tak Pengaruh Suhu Politik, WS Kuliahi Mahasiswa

Tidak ada komentar 196 views

Surabaya,(DOC) – Desas-desus kabar mundurnya Walikota Surabaya Tri Rismaharini, nampaknya tak mempengaruhi kinerja Wakil Walikota Surabaya Wisnu Sakti Buana(WS).
Kamis (27/2/2014) kemarin, WS memberikan kuliah umum, di Gedung Aula Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya. Bersamaan dengan akan berlangsungnya Pemilu 2014, WS mengangkat tema Menjadi Pemilu yang Cerdas. Acara ini diselenggarakan oleh program studi Sosiologi.
Kaprodi Sosiologi UNESA Martinus Legowo mengatakan dengan diselenggarakannya kuliah umum ini, mahasiswa sosiologi UNESA bisa menggunakan suaranya pada saat pemilu mendatang. Mengingat, kata Martinus golput pada pemilu tahun 2009 lalu jumlahnya sangat tinggi. “Sebagai pemilih yang cerdas wajib memilih caleg dan capres yang cerdas pula,”ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial, UNESA Ketut Prasetyo kuliah umum ini merupakan tradisi Fakultas Ilmu Sosial untuk memberikan penyegaran kepada mahasiswa tentang ilmu politik. Sebab, selama mahasiswa hanya menerima hanya sebatas bergelut dengan buku-buku literatur saja. Jadi, mereka perlu rangsangan dan pengetahuan di luar bangku kuliah.

“Ilmu bisa dapat dari siapa saja, saya barharap mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini bisa menyerap ilmu yang disampaikan Wawali Surabaya yang merupakan seorang politisi,” pungkasnya.

Disamping itu, Ketut menuturkan sebagai seorang mahasiswa yang punya hak memilih hendaknya menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya. Sebagai warga negara kita mempunyai tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa Indonesia.”Berkaitan pemilu yang akan berlangsung tahun ini. Saya berharap mahasiswa UNESA bisa turut berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu,” imbuhnya.

Dalam kuliah umum tersebut, Wisnu mengatakan menjadi pemilih yang cerdas merupakan kebutuhan dasar. Sebagai pemilih cerdas harus tahun latar belakang caleg dan capres. Apakah mereka mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat atau tidak. “Kita sebagai pemilih harus banyak membaca dan mencari informasi seputar caleg dan capres. Supaya ketika kita memilih tidak sampai salah pilih calon yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya dihadapan para mahasiswa.

Sebagai mahasiswa punya tanggung jawab moral untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Semakin cerdas pemilih pasti caleg dan capres yang dipilih juga cerdas dan mampu membangun bangsa Indonesia semakin baik kedepannya. “Beberapa kali pemilu jumlah golput selalu tinggi. Nah, hal itu menjadi tugas kalian sebagai mahasiswa supaya menyadarkan masyarakat. Masak sebagai mahasiswa Ilmu Sosial tidak bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” ajaknya. (humas/r7)