Tak Percaya Pengakuan Anugrah, PDIP Bentuk Tim Verifikasi Perpindahannya ke PKB

Surabaya,(DOC) – DPC PDIP Kota Surabaya memastikan bahwa tidak ada surat pengunduran diri kader PDIP Surabaya, Anugrah Ariyadi, pasca anggota legislative tersebut dicoret dalam daftar bakal calon legislative (Bacaleg) PDIP pada Pemilu 2019 mendatang.

Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyatakan, kabar soal Anugrah Ariyadi pindah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar bisa mencalonkan lagi, memang telah terdengar sampai diinternal kader PDIP Surabaya. Untuk itu, pihaknya telah menurunkan tim verifikasi untuk menulusuri kebenarannya.

Tim verifikasi terdiri dari 3 orang, salah satu diantaranya adalah Wakil Ketua bidang Kehormatan DPC PDIP Surabaya.

“Sesuai aturan yang ditugaskan, Wakil Ketua Bidang Kehormatan, dibantu Sekretaris. Ada tiga orang,” terang Whisnu usai menggelar rapat fraksi PDIP di gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa(7/8/2018).

Wakil Wali kota Surabaya ini, juga menegaskan, bahwa DPC PDIP telah menggelar rapat klarifikasi kepada Anugrah Ariyadi soal pindah partai. Namun sejauh ini, Anugrah yang sekarang masih menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi B DPRD kota Surabaya tersebut, menyangkal dengan keras.

“Sudah di tanya dan dia(Anugrah,red) menyangkalnya. Bahkan soal KTA(kartu anggota) partai PKB yang dicetak atas nama Anugrah dan menyebar di sosmed, juga di bantah. Malah ngakunya tak pegang KTA(PDIP dan PKB) sama sekali,” paparnya.

Selain beredarnya KTA PKB atas nama Anugrah Ariyadi, WS sapaan akrab Whisnu Sakti Buana ini juga mengakui, bahwa telah ada pembicaraan antara Anugrah Ariyadi dengan PKB untuk pindah partai. Namun tetap saja hal itu tak diakui oleh yang bersangkutan.

Ia menyampaikan, masalah ini akan di proses sesuai aturan partai dengan melihat sejauh mana kesalahannya.

“Masak sudah divonis dahulu. Di agama saja, punya niat saja gak salah asal tak dilakukan. Kalau niat baik dicatat baik, kalau jelek gak dicatat,” tuturnya

DPC PKB Surabaya diketahui telah memiliki data-data valid terkait kepindahan kader PDIP ini, namun WS menganggap hal itu adalah urusan internal PKB.

“Itu urusan rumah tangga PKB, bukan urusan saya,” tegasnya

Dengan tegas WS menolak untuk melakukan klarifikasi ke PKB, karena tak pernah ada pembicaraan antara dirinya dengan Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf, sebelumnya.

“Tapi kalau perkara dengan Pak Anugerah itu urusan partai. Nanti kita bahas di internal partai. Bener gak ada surat pengunduran diri itu. Tapi sejauh ini belum ada,” paparnya.(r7)