Tak Pernah Koordinasi, Anggota Panlih Diadili Partainya

Surabaya, (DOC) – Niatan DPC PKB Surabaya memanggil para anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) untuk dimintai keterangan seputar Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Walikota Surabaya, mendapat respon positif dari Ketua FPKB yang juga Wakil Ketua DPRD Surabaya, KH Muhammad Na’im Ridwan.
Gus Na’im, demikian Pengasuh Ponpes Baitunnaim Surabaya itu biasa disapa, mengaku sepakat dengan langkah tersebut. Pasalnya, wakil dari FPKB, Muhammad Syaifi tidak pernah melakukan koordinasi dengan fraksi semenjak didelegasikan untuk duduk di Panlih.
“Fraksi tidak mengetahui langkah H Syaifi karena tidak pernah koordinasi,” ujar Gus Na’im, menjelang berangkat umroh, kemarin (28/2/2014).
Menurutnya, penunjukkan H Muhammad Syaifi untuk duduk di Panlih Wawali, sesuai dengan rekomendasi DPC PKB Surabaya. Sebelumnya dia berharap, Syaifi yang menjadi anggota DPRD Surabaya melalui proses PAW, bisa berkoordinasi dengan fraksi untuk menentukan sikap terkait Panlih Wawali.
“Belakangan, dia jalan sendiri. Wajar kalau DPC terus tanya ke fraksi tentang manuver Syaifi bersama anggota Panlih lain, termasuk dua kali ke Jakarta baik ke Mendagri maupun ke DPR RI, fraksi tidak diajak koordinasi,” tegasnya.
Menurutnya, manuver-manuver yang dilakukan anggota panlih sarat dengan muatan politis. Untuk itu, ujarnya, semestinya anggota panlih yang dari FPKB berkoordinasi untuk menentukan sikap.
“Kenyataanya ndak pernah, maka kalau DPC berniat memanggil ya bagus itu, biar bisa dijelaskan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, H Muhammad Syaifi pengganti Musyafak Rauf sebagai anggota DPRD Surabaya sama sekali tak memiliki taring. Terhadap beberapa permasalahan yang ditangani dewan pun, tak pernah ada peran sertanya. Dia dinilai hanya datang, duduk dan diam di gedung dewan.
Belakangan terkait kasus pemilihan wawali Surabaya, Syaifi yang tercatat sebagai anggota Panitia Pemilihan, mewakili Fraksi PKB dia hanya jadi pengikut tanpa mengetahui ke arah mana persoalan tersebut dibawa. Kondisi tersebut berlanjut sampai saat pelantikan Wawali yang dipersoalkan Panlih dan dilaporkan ke DPR RI, Syaifi tetap ikut. Sementara, bagi DPC PKB Surabaya sendiri, masalah pelantikan itu sudah selesai.
Ketua DPC PKB Surabaya, Syamsul Arifin mengaku akan segera memanggil Syaifi terkait keberadaannya di Panlih. Alasanya, Panlih sampai saat ini sudah melangkah jauh dengan konsultasi ke DPR RI, tapi Syaifi sama sekali belum memberikan laporan detil ke partainya. Kalau memang Syaifi itu utusan Fraksi PKB, tentu harus memberikan laporannya ke partai. (r4)