Tak Pro-Buruh, Wali Kota Surabaya Dihujat

Tidak ada komentar 260 views

Surabaya, (DOC) – Gabungan serikat buruh yang terdiri dari beberapa elemen buruh, mendatangi Balai Kota Surabaya, Selasa (18/11/2014) sore. Elemen buruh yang terdiri dari FSPMI, KSBSI, KSN Jatim, FESBUK, SPAI, KSPSI, FLOMENIK SPSI dan lainnya, menuntut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk menaikan UMK Surabaya sebesar Rp2,84 juta. Sementara Risma, sapaan wali kota, masih bertahan dengan angka Rp2,46 juta.
Alasan buruh yang melakukan aksi di depan Balai Kota dengan penjagaan ketat petugas kepolisian, Satpol PP Surabaya, Bakesbangpol Linmas Surabaya, angka yang diusulkan wali kota untuk dinaikan ke Pemprov Jatim, sangat merugikan buruh. Apalagi saat ini sudah ada kenaikan harga BBM sebesar 35 persen.
Seharusnya, teriak orator buruh, UMK Surabaya juga naik 30 persen. “Kalau Risma pada 21 Nopember 2014 tetap bertahan dengan usulan yang tak pro-buruh, maka tanggal 21 itu adalah akhir dari Risma. Risma sama sekali tak prihatin dengan buruh, Risma lebih prihatin dengan tanaman. Maklum, wali kota kita wanita. Begitu juga dengan Soekarwo (Gubernur Jatim, red), kalau tak peduli dengan buruh, sebaiknya Soekarwo memakai rok dengan kumis yang tebal, kan lucu,” teriak orator di atas kendaraan pengangkut sound system yang dibawa buruh.
Dalam aksi itu, Risma yang dianggap tak pro-buruh dihujat habis-habisan. Buruh juga tak segan melontarkan hujatan ala Suroboyoan (pisuhan, red) kepada Risma. Walau berlangsung singkat, buruh juga sempat membakar spanduk di trotoar Balai Kota. Namun dalam aksi damai yang berlangsung singkat, petugas hanya berjaga-jaga tanpa ada aksi chaos.
Usai melampiaskan orasinya, para buruh pun bubar dan melanjutkan aksinya ke kantor Gubernur Jatim. Selain menuntut nilai UMK Surabaya yang besar, buruh juga menyuarakan penolakannya terhadap kenaikan harga BBM. “Kalau memang bertahan, biarkan Surabaya dengan UMK-nya, tapi kita tetap akan menekan kabupaten/kota lain untuk menaikan nilai UMK-nya di atas Surabaya. Besok Organda Jatim yang menentang kenaikan harga BBM akan demo besar-besaran dan bergabung dengan kita,” tambah orator demo. (co/r4)