Tak Setuju Dengan Penutupan Dolly

Tidak ada komentar 195 views

Surabaya,(DOC) – Penutupan lokalisasi se Surabaya diantaranya Dolly dan Putat Jaya yang telah digagas oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, tak serta merta menuai dukungan dari seluruh elemen masyarakat peduli HIV Aids yang tergabung dalam Aksi Peduli Sesama(APS) Jawa Bali.

Dr, Benjamin Panjaitan Pengurus APS Jawa Bali menyatakan, penutupan lokalisasi tersebut akan memicu penyebaran virus kemana mana. Karena selama ini penyakit berbahaya itu, terlokalisir disuatu tempat dan dapat di kontrol.
“Memang Pemkot memberikan dana transport pulang dan modal pendamping usaha, Tapi itu bukan jaminan, karena para prostitusi akan kembali beroperasi dilain tempat yang sulit terkontrol,” jelas Dokter Poli Rumah Sakit Williambooth, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (20/6/2014) kemarin.

Menurut Ia, Jika Pemkot ingin membersihkan prostitusi di Surabaya, seharusnya solusinya harus tepat, yaitu dengan memperkerjakan mereka ke perusahaan atau kantor pemerintahan dengan gaji yang layak sampai mereka bisa merubah prilaku. Di saat masa transisi perubahan prilaku, para pemuka agama bisa memberikan siraman rohani agar mereka tak mau kembali pada pekerjaan lama.
“Hanya diberikan pelatihan saja atau dipulangkan, tidak mungkin mereka(PSK,red) bisa berhenti. Perlu ada jaminan pekerjaan dengan upah layak, sampai mereka sadar,” katanya.

Ia menambahkan, untuk mengkontrol penyebaran penyakit, Pemkot seharusnya bisa membangun klinik disekitar lokalisasi, yang memberikan layanan kesehatan gratis.”Jangan hanya bangun gedung komersil saja, tapi juga klinik. Pemeriksaan bisa dilakukan rutin. Sementara untuk kerja, mereka bisa bekerja sebagai petugas arsip, bagian cleaning, atau kasir parkir,” tambah pria yang akrab dipanggil Beny ini.(r7)