Tak Mau di PAW, Camelia Habibah Lawan PKNU

Tidak ada komentar 107 views

Surabaya,(DOC) – Kader DPC PKNU Surabaya yang menjabat sebagai anggota komisi B DPRD Surabaya, Camelia Habibah berencana melawan intruksi DPP PKNU yang mengajukan Pergantian Antar Waktu(PAW) atas dirinya.
Camelia Kader PKNU yang akan mencalonkan lagi menjadi anggota legeslatif pada pemilu 2014 mendatang melalui Partai Kebangkitan Bangsa(PKB) Surabaya, berencana menggugat intruksi tersebut lewat jalur hukum.
Dalam berita sebelumnya, DPP PKNU melalui sejumlah pengurus DPC PKNU Surabaya telah melayangkan surat PAW Camelia Habibah ke Ketua Dewan, karena dianggap menyalahi aturan partai.
PKNU yang telah sepakat bergabung dengan partai Gerindra, merasa kecewa terhadap langkah Camelia Habibah yang akan mencalonkan kembali pada Pileg Periode mendatang melalui PKB. Padahal sebelumnya, DPP telah mengamanatkan kader dan pengurus PKNU, yang akan maju pencalegan harus melalui partai Gerindra.
Mengetahui alasan PAW, Camelia Habibah menganggap langkahnya tidak bersalah, karena selama ini dirinya tidak pernah di ajak komunikasi.
“Terus terang saya tidak pernah diajak bicara. Sebelum pindah partai saya sudah pernah minta saran ke ketua DPC harus pindah partai kemana,” ujar Camelia Habibah, Senin(21/10/2013).
Camelia juga menyatakan, saat PKNU diputuskan tidak memenuhi persyaratan sebagai peserta pemilu legeslatif periode 2014-2019, dirinya langsung meminta pertimbangan ke sejumlah pengurus PKNU, jika dirinya akan maju caleg lewat PKB. Ketika itu, belum ada keputusan dari DPP PKNU agar para kader yang akan maju caleg harus ikut partai yang di tunjuk. Ia pun beralasana, bahwa rekrutmen Gerindra sdh ditutup per tanggal 28 Februari 2013. Sementara dirinya mendaftarkan maju Caleg melalui PKB Surabaya, perbulan Maret 2013 lalu.
“Apalagi pendaftaran Gerindra waktu itu sudah tutup,” terangnya.
Sebelum keputusan Mahkamah Konstitusi keluar soal gugatan PKPU yang memperbolehkan anggota partai yang tidak lolos pemilu tidak harus mengundurkan diri atau di PAW, memang sempat membuat ketakutan 5 anggota DPRD Surabaya yang akan maju caleg kembali lewat partai lain, termasuk Camelia Habibah Anggota Komisi B dari Fraksi Apkindo.
Bahkan dulu, fasilitas kedewanan termasuk gaji dan tunjangan kesejahteraan lainnya, sempat tidak diberikan kepada 5 anggota dewan tersebut.
Saat itu mereka protes ke Sekertaris Dewan agar fasilitas kedewanan mereka tidak dicabut terlebih dahulu hingga deadline KPU terkait syarat mundur dari anggota dewan terhadap caleg yang pindah partai berakhir.
Camelia Habiba yang terlihat getol memperjunagkan haknya saat itu, kini kembali menuai masalah dengan intruksi partainya yang mewajibkan Kader PKNU yang maju caleg pileg 2014 harus melalui partai Gerindra.
“Padahal di Provinsi dan DPRD kota atau kabupaten lain juga banyak kader PKNU yang mendaftar tidak lewat Gerinda juga tidak ada PAW,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, sampai kapanpun dirinya tidak pernah mundur dan akan melawan intruksi PKNU dengan menempuh langkah hukum, apabila PAW benar terjadi. Dalam 2 hari ini, gugatan ke DPC PKNU Suraaya akan segera dilayangkan olehnya.(r7)