Tak Terima Akun Twitter Walikota Bandung

Tidak ada komentar 208 views

ridwan_kamilSurabaya,(DOC) DPC PDIP Kota Surabaya menepis kabar, bahwa Pemkot Surabaya telah menolak studi banding Wakil Walikota Bandung ke Balai Kota. Wakil ketua DPC PDIP Surabaya Didik Prasetyono, mewakili Partai Pengusung Pasangan Tri rismaharini dan Whisnu Sakti Buana pada Pilkada 2015 menyatakan, bahwa Kota Surabaya sejauh ini tak pelit membagi pengalaman untuk siapapun, termasuk untuk pemerintah daerah maupun lembaga pendidikan manapun dan dari manapun.

“Bu Risma tegas meminta jajaran pemerintah kota Surabaya untuk melayani semua permintaan kunjungan studi banding” ujarnya. Rabu (24/2/2016)

Apalagi menurutnya, jika studi banding itu guna meningkatkan kualitas pelayanan, tentu  kota Surabaya sangat menyambut baik. Didik menilai, cuitan Walikota Bandung melalui akun twitternya, yang mengungkapkan adanya penolakan itu sifatnya hanya bercanda.

“Mungkin Pak ridwan Kamil bercanda dan, pemerintah kota tak perlu menanggapi itu,” tandas mantan Komisioner Komisi Informasi Jatim

Pria yang akrab disapa Didonk ini menilai Walikota bandung ridwan kami mempunyai selera humor yang tinggi. Ia memastikan tak  ada penolakan dari pemerintah kota surabaya terhadap rencana kegiatan studi banding yang akan dilakukan Wakil Walikota Bandung ke Surabaya.

“Kalau yang dimaksudkan permintaan ketemu Bu risma memang ada baiknya dicocokkan jadwal agar pas,” tutur Alumnus program Magister FISIP Unair.

Namun, apabila Walikota Surabaya terikat dengan aktifitas tertentu, maka jajaran dinas akan siap melayani kapanpun dan tentu menyambutnya dengan baik. Mantan anggota KPU Jatim ini menambahkan, masyarakat surabaya dikenal terbuka dan terus terang dengan gaya bahasa cepls ceplos tanpa ditutupi.

“Cuitan Pak ridwan ditanggapi sebgai canda seorang sahabat  seperti bonek yang bersahabat dengan Viking,” papar Didik.

Ia menegaskan, terkait pola komunikasi lebih lanjut akan diatur sesama walikota, baik formal lewat jajaran pemerintahan maupun informal lewat telpon.

“Mungkin setelah ini Pak ridwan bisa menjelaskan kronologisnya agar tak menimbulkan persepsi, bahwa pemkot Surabaya yang dipimpin pasangan yang diusung PDIP tak pelit dalam berbagi ilmu,” pungkasnya.(k4/r7)