Taksi Bodong Marak di Surabaya

Tidak ada komentar 237 views

Surabaya,(DOC) – Ratusan Taxi bodong masih banyak yang beroperasi di Surabaya. Hal ini memantik reaksi keras dari Komisi D DPRD Surabaya. Komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat dan pendidikan ini meminta Dishub Surabaya untuk menindak tegas taxi bodong yang ilegal tersebut.
“Kami minta Dishub tindak tegas taxi-taxi yang bodong dan tidak layak beroperasi tersebut. Kalau perlu ditahan saja taxinya biar tidak bisa lagi beroperasi,” kata anggota Komisi D, Masduki Thoha saat membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota dengan pihak Dishub Surabaya, Senin(25/5/2014).
Politisi asal PKB ini meminta Dishub untuk lebih sering menggelar operasi gabungan dengan instansi terkait untuk menindak taxi nakal itu. Karena keberadaan taxi nakal atau bodong tersebut mencoreng nama Kota Surabaya sekaligus merugikan para konsumen.
“Taxi nakal itu merusak nama Surabaya. Juga merugikan konsumen, karena taxi itu sebenarnya tidak laik jalan,” tandasnya.
Menurut Masduki, mestinya pihak
Dishub Surabaya memiliki list atau daftar taxi-taxi bodong mana saja yang harus dilarang. Pihaknya dengan tegas menunjuk ada beberapa taxi bodong yang masih eksis beroperasi di Kota Buaya. Diantaranya Taxi Express dan Surabaya Taxi.
“Ini tanggung jawab siapa. Mengapa masih berkeliaran di jalan,” tutur Masduki.
Lebih lanjut Masduki memberikan masukan kepada Dishub agar menjatuhkan sanksi yang berat kepada pemilik atau operator taxi bodong.
“Gelar operasi besar-besaran dan jangan dilepaskan. Boleh dilepas tapi harus ganti plat hitam. Ini menjelekkan pariwisata Surabaya,” tandasnya.
Terkait hal itu, Kadishub Surabaya Eddi mengakui bahwa memang hingga saat ini di Surabaya masih ada taxi-taxi bodong yang beroperasi dan jumlahnya mencapai ratusan.
“Kami selama ini kerap melakukan operasi dan tidak segan-segan menangkapnya,” ujar Eddi.
Tahun lalu pihaknya telah menjatuhkan sanksi kepada sekitar 3000 taxi dengan melakukan tilang. Taxi-taxi bodong tersebut antara lain taxi Express, Surabaya Taxi dan Zebra.
“Ada yang kita tilang dan kita tahan sampai 1 bulan. Dengan harapan mereka kapok dan tidak bisa beroperasi,” jelas Eddi.
Untuk tahun ini pihaknya setidaknya telah menilang lebih dari 500 taxi bodong. Sanksi tersebut akan terus dilakukan untuk menekan pelanggaran yang dilakukan oleh taxi bodong.
“Mereka memilih beroperasi di daerah pinggiran untuk menghindari petugas. Ini ilegal dan teman-teman kepolisian juga bisa menindaknya,” ujar Eddi.
Ditambahkan Eddi, mestinya taxi yang beroperasi ini usianya tidak lebih dari 5 tahun. Dicontohkan management taxi yang bagus diantaranya adalah Blue Bird serta Cipaganti.
“Taxi bodong itu sebenarnya mudah identifikasinya. Dilihat dari bodinya saja sudah kelihatan,” tandas Eddi.(r7)