Taman Bungkul Raih Penghargaan PBB

Tidak ada komentar 211 views

Surabaya, (DOC) – Warga Kota Surabaya pantas berbangga dengan kotanya. Ini karena untuk kesekian kalinya, kota terbesar di Jawa Timur ini mendapatkan penghargaan berskala internasional. Salah satu taman di Kota Surabaya yakni Taman Bungkul meraih penghargaan Internasional dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berupa “The 2013 Asian Townscape Sector Award” Penghargaan tersebut diterima Walikota Surabaya, Ir Tri Rismaharini MT di Fukuoka, Jepang, Selasa (26/11/2013). Walikota Surabaya didampingi Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Hendro Gunawan.
Penghargaan tersebut juga mendapat dukungan dari empat organisasi dunia yakni UN Habitat Regional Office for Asia and The Pacific, Asia Habitat Sociaety, Asia Townscape Design Society dan Fukuoka Asia Urban Research Center. Taman Bungkul Surabaya menjadi satu-satunya taman di Indonesia yang meraih penghargaan ini. Adapun penilaian paling menonjol dari Taman Bungkul didasarkan atas fungsi sosial, budaya, rekreasi dan pendidikan. Penilaian ini dilakukan selama satu tahun,” imbuh walikota.
Ketika menjadi pembicara dalam CEO forum 2013 di Hotel Bumi, Sabtu (23/11/2013) lalu, Walikota Risma menegaskan bahwa mimpinya dalam mewujudkan Surabaya akan seperti apa, miniaturnya ada di Taman Bungkul. Taman Bungkul dikonsep memadukan pelestarian budaya dan kebutuhan taman kota masa kini. Semua warga kota, ujar Walikota Risma, bisa memanfaatkan fasilitas yang ada secara gratis.
“Taman Bungkul memang saya konsep untuk bertemunya semua warga kota. Tidak ada sekat untuk si kaya dan si miskin, besar keci. Balita dan Lansia, disitu ada semua. Kalau itu benar terjadi suatu saat, maka akan tampak indah sekali,” tegas Walikota Risma.
Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam membangun kembali taman tersebut. Taman Bungkul yang merupakan ruang terbuka hijau di lahan seluas 10.000 meter persegi, pernah mendapat sentuhan renovasi pada 2006. Kini, setelah tujuh tahun, Taman Bungkul telah memenuhi kebutuhan wisata warga Surabaya maupun mereka yang datang dari luar Surabaya.
Taman Bungkul yang berada di Jalan Raya Darmo, kini bukan hanya taman pasif berupa pepohonan dan bunga atau air mancur. Tetapi juga ada fasilitas jogging track, taman bermain anak, akses internet nirkabel, amfiteater, arena skateboard, dan perpustakaan. Termasuk juga tempat pembelajaran untuk pengolahan air dan pengolahan sampah.
Di taman yang tak pernah sepi pengunjung itu juga terdapat makam Ki Supo atau yang dikenal dengan sebutan Sunan Bungkul. Dia adalah salah satu ulama Majapahit dan masih terhitung saudara ipar Raden Rahmad atau Sunan Ampel.
“Secara fisik, mungkin banyak taman di dunia yang lebih indah daripada Taman Bungkul. Tapi secara sosial dan budaya, Taman Bungkul lengkap karena disitu ada makam Mbah Bungkul,” tambah Risma.
Menurut Risma, sejak awal merevitalisasi lahan yang awalnya kumuh itu, ia telah melakukan zoning agar pemanfaatan fasilitas Taman Bungkul lebih tertata. Selain fasilitas publik yang relatif lengkap, denyut ekonomi di taman tersebut juga terasa. Berbagai macam penjual makanan berderet di sisi timur kompleks taman tersebut. (r4/adv)