Tanam Tiga Puluh Ribu Bibit Mangrove

Tidak ada komentar 151 views

Surabaya,(DOC) – Kepedulian terhadap kelestarian hutan mangrove terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Seperti halnya Universitas Terbuka (UT) yang menggagas penanaman pohon mangrove di kawasan Wonorejo, Minggu (20/10).
Sedikitnya 250 peserta terlibat langsung dalam proses penanaman. Mereka terdiri atas para pelajar, mahasiswa, kelompok petani, dan komunitas jurnalis peduli lingkungan (KJPL). Pada kesempatan itu, bibit mangrove yang ditanam sebanyak 500. “Tapi itu hanya untuk seremonial hari ini saja. Secara keseluruhan UT menyiapkan 30 ribu bibit mangrove,” kata Suratno, ketua kelompok petani tambak “Trunojoyo”.
30 ribu bibit mangrove yang dimaksud ditanam secara bertahap mulai September lalu hingga Desember 2013. Sebab, menurut Suratno, penanaman bibit mangrove tidak bisa serta-merta dilakukan, apalagi dalam jumlah yang sangat banyak dalam satu waktu. Perlu mempertimbangkan faktor ph air dan panas matahari agar mangrove tumbuh subur.
“Nantinya, 30 ribu bibit tersebut bakal memenuhi 4 kilometer sepanjang sungai Avur Wonorejo,” ungkapnya sembari menyatakan bahwa jenis mangrove yang ditanam yakni Rhizopora Mucranata dan Blueguera.
Ma’ruf Erawan, Direktur Kanopi selaku mitra UT dalam hal pelestarian lingkungan menyatakan, pihaknya tidak menyelenggarakan kegiatan tersebut hanya untuk penanaman mangrove saja. Tapi dibalik itu ada misi khusus yang diemban, yakni meningkatkan kapasitas kelompok petani sekitar. Oleh karenanya, UT bersama Kanopi sudah mengadakan pelatihan tentang manajemen pengelolaan kegiatan untuk kelompok petani sejak beberapa bulan lalu. “Jadi sebelum acara penanaman ini, para petani sekitar sudah mendapat pembekalan yang fungsinya untuk meningkatkan ilmu dan kemampuan mereka,” tutur direktur LSM asal Jogjakarta yang fokus di bidang konservasi lingkungan ini.
Sementara itu, kegiatan penanaman mangrove ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya. Dijumpai di sela-sela acara, Kabid Pertanian dan Kehutanan, Dinas Pertanian (distan) Surabaya, Alex Siahaya mengatakan, apa yang dilakukan UT turut mendukung program pemkot dalam perluasan ruang terbuka hijau (RTH). Dia juga berharap kegiatan semacam ini dapat diikuti oleh organisasi maupun instansi lainnya. “Kondisi mangrove saat ini masih memerlukan upaya-upaya intensif agar kualitas mangrove bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Sebagai gambaran, luasan hutan mangrove di pantai timur Surabaya (pamurbaya) kini sekitar 1.250 hektare, membentang melewati empat kecamatan. Yakni, Gununganyar, Rungkut, Sukolilo, dan Mulyorejo. Sebagai penunjang agar kualitas mangrove di kawasan tersebut lebih baik, distan berencana membangun Mangrove Information Centre (MIC) sebagai sarana edukasi. “Pembangunannya masih dalam proses,” imbuh Kasie Kehutanan, Suzy Irawati Fauziah.(humas/r7)