Tangkap Siswa Konvoi Kelulusan Unas

Tidak ada komentar 162 views

Surabaya,(DOC) – Hampir setiap tahun para Siswa selalu melakukan konvoi keliling kota, setelah lulus ujian nasional(Unas). Begitu juga tahun ini, rencana konvoi juga akan dilakukan oleh para siswa SMA/SMK, usai pengumuman hasil Unas, Jumat (24/5/2013) lusa besok.
Mendengar rencananya tersebut, Pemerintah Kota Surabaya bersama Polrestabes Surabaya dan Polres Tanjung Perak bertekad menggagalkan konvoi dengan meliburkan sekolah hingga menindak tegas para siswa yang nekad arak-arakan berkeliling kota.
Langkah antisipasi konvoi pelajar, telah disusun dalam rapat koordinasi di balai kota, Rabu (22/5/2013), yang melibatkan Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekkota Surabaya, Eko Haryanto, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Sabilul Alif, Kasat Binmas Polrestabes Surabaya AKBP Firmansyah, dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Ikhsan.
Dalam kesempatan tersebut, Ikhsan mengatakan, saat pengumuman kelulusan seluruh sekolah akan diliburkan. Sementara hasil Unas akan dikirim melalui surat dan disampaikan langsung ke rumah siswa oleh pihak sekolah. Selain itu hasil Unas juga bisa akses di website www.ppdbsurabaya.net. “Jadi kalau sampai malam tidak ada guru atau kepala sekolah yang berkunjung ke rumah berarti yang bersangkutan lulus,” terang mantan Kepala Bapemas dan KB Surabaya ini.
Ia menambahkan, saat ini surat edaran soal libur sekolah sudah disiapkan dan akan segera diumumkan ke pihak sekolah. Menurutnya, Edaran itu juga meminta seluruh siswa agar tidak berkerumun di tempat-tempat tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan. “Jadi tidak ada alasan lagi siswa ke sekolah pada hari itu,” imbuhnya.
Sementara Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Sabilul Alif, menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir gerombolan pelajar yang melakukan arak-arakan. Menurutnya, tradisi konvoi sering disertai aksi corat-coret, bahkan tak jarang pula berujung pada tindakan vandalisme seperti tawuran, pesta minuman keras, dan lain sebagainya.
“Konvoi pelajar sama sekali tidak mendatangkan manfaat. Sebaliknya, efeknya lebih banyak merugikan serta meresahkan masyarakat. Tahun lalu, bahkan ada 3 pelajar meninggal akibat arak-arakan. Oleh karenanya, sudah saatnya tradisi tersebut dihentikan. Kita semua tentu ingin Surabaya yang lebih tertib, aman, dan nyaman dalam menyambut kelulusan pelajar,” kata alumnus Akpol 1996 itu.
Langkah antisipasi konvoi pelajar ini memang tak main-main. Sabilul mengatakan, sedikitnya 200 personil satlantas, 2 pleton (60 personil) dalmas dan 2 pleton (60 personil) tangkal beserta 4 anjing pelacak K9 disiagakan di sejumlah titik. Mereka akan bersinergi dengan aparat Satpol PP, linmas, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya.
Di sisi lain, Dispendik juga membentuk tim pemantau di masing-masing sekolah yang terdiri dari para guru. Tugasnya adalah melakukan penyisiran di radius 1 kilometer dari sekolahnya. Bila menemukan indikasi gerombolan pelajar, mereka akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Sedangkan soal sanksi, Sabilul menegaskan pihaknya akan merazia pelajar yang tetap nekad melakukan konvoi. Apalagi jika tidak memakai helm atau melanggar lalu lintas, maka polisi tidak akan segan mengangkut kendaraan yang dipakai konvoi. Dalam hal ini, Polrestabes telah menyiapkan 22 truk untuk mengangkut kendaraan tersebut.(r7)