Tarif Taksi Naik Hanya 500 Rupiah

Tidak ada komentar 137 views

Surabaya,(DOC) – Pemerintah Kota Surabaya secara resmi merevisi tarif angkutan umum baik untuk tarif bus kota, mikrolet maupun tarif taksi. Pengaturan tarif angkutan umum itu tertuang dalam Peraturan Wali (Perwali) Kota Surabaya No 49 tahun 2013.
Dalam perwali itu, kenaikan tarif bervariasi berkisar 10 persen sampai 23 persen. Dengan pemberlakuan Perwali No 49 tahun 2013 ini maka Perwali No 41 tahun 2013 tentang penetapan tarif penumpang kelas ekonomi untuk angkutan orang dalam trayek dan pemberian persetujuan tarif penumpang untuk angkutan orang tidak dalam trayek dengan menggunakan taksi dalam wilayah Surabaya sudah tidak berlaku.
Kenaikan tarif ini menindak lanjuti dari pengajuan hasil rapat antara Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Organda, Serikat Pekerta Transporasi Indonesia (SPTI), yang membahas penyesuaian tarif dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hadir dalam pembahasan itu Bagian Perekonomian, Bagian Hukum, Bappeko (Badan Perencanaan Pemmbangunan Kota) dan instansi terkait lainnya.
“Dengan kenaikan tarif baru ini kita minta kepada DPC Organda bersama para pemilik dan pengemudi angkot maupun taksi untuk melaksanakan tarif baru ini sebagaimana mestinya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Eddi, kemarin.
Dalam Perwali No 49 tahun 2013 tarif bus kota dan mikrolet yang masuk dalam Angkutan Umum Dalam Trayek (AUDT) kenaikannya juga tidak signifikan dan bervariasi, antara 14 persen sampai 23 persen. Seperti mikrolet tarif semula Rp 2.600 kini naik menjadi Rp 3.200 atau ada kenaikan 23 persen. Dan tarif baru itu berlaku sejak ditetapkan Wali Kota Surabaya tertanggal 28 Juni 2013.
Untuk bus ekonomi tarif semula Rp 1.900 kini naik menjadi Rp 2.200 atau naik 16 persen. Sedangkan bus PATAS tarif semula Rp 2.100 naik menjadi 2.400 atau naik 14 persen.
Sedangkan bus PATAS yang melewati 1 pintu tol tarif semula Rp 3.200 naik menjadi 3.700 atau 16 persen. Untuk bus PATAS melewati 2 pintu tol tarif semula Rp 3.500 naik menjadi 4.000 atau naik 14 persen.
Berikutnya adalah pengaturan kenaikan tarif taksi yang tidak dalam trayek untuk flag fall batas semula Rp 4.500 naik menjadi Rp 5.000 atau naik 15 persen. Sedangkan batas atas semula Rp 5.000 naik menjadi 5.500 atau hanya 10 persen.
Untuk per KM jalan, juga diatur jika batas bawah semula Rp 3.000 kini naik menjadi 3.500 atau naik 17 persen. Sedangkan batas atas semula Rp 3.250 naik menjadi 4.000 atau naik mencapai 23 persen.
Selain itu, waktu tunggu per jam jika dulu batas bawah semula Rp 30.000 kini dinaikkan menjadi 35.000 atau ada kenaikan 17persen. Dan untuk batas atas semula Rp 32.500 kini naik menjadi menjadi Rp 40.000 atau naik 23 persen.
Atas kebijakan penyesuaian tarif baru ini, Dishub sudah meminta DPC Organda melakukan sosialisasi selama satu Minggu. Khusus untuk taksi diminta kepada semua operator taksi selama masa sosialisasi dan sebelum menetapkan tarif baru agar melaksanakan tera ulang argometer sesuai dengan tarif baru.
“Hal ini agar pengemudi dan pengguna jasa tidak saling bersitegang,” pungkas Edi mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Terminal Purabaya, Bungurasih ini.(r7)