Teatrikal Perjuangan Polri Di Mapolda Jatim Meriahkan HUT Bhayangkara Ke-72

foto : Drama Teatrikal Perjuangan Polri melawan Jepang di Mapolda Jatim, memperingati HUT Bhayangkara ke-72

Surabaya,(DOC) – Peringatan HUT Bhayangkara ke-72 diperingati dengan drama teatrikal perjuangan para anggota Polri dalam melawan Jepang saat masa penjajahan dahulu. Drama teatrikal tersebut digelar di halaman Mapolda Jatim, Rabu(11/7/2018).

Dentuman meriam terdengar beberapakali sebagai tanda suasana perjuangan ketika Jepang singgah di Surabaya.

Suara meriam itu, juga untuk membakar semangat para Polisi Istimewa kala itu, yang berbaur dengan masyarakat dalam melawan penjajah Jepang.

Digambarkan pula, arek – arek Suroboyo yang tak gentar melawan Jepang, meski hanya bersenjatakan bambu runcing, sampai memenangkan pertempuran dan melucuti senjata musuh.

“Sengaja dibuat seperti zaman peperangan, agar mengingatkan para anggota kepolisian tentang figur M.Yasin pemimpin pertempuran saat melawan Jepang dulu,” ungkap Kapolda Jatim Irjen Pol. Mahmud Arifin.

M. Yasin adalah seorang tokoh di kepolisian yang memiliki andil dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kisah perjuangan Polri ini, juga di abadikan dalam monument perjuangan Polri yang berdiri di jalan Polisi Istimewa Surabaya.

“Kisah tersebut bercerita tentang Polri yang menyatakan bergabung menjadi Polisi Indonesia, setelah sebelumnya di bawah Komando Jepang menjadi Polisi Istimewa,” jelasnya.

Drama teatrikal yang menggambarkan perjuangan polisi dan arek-arek Suroboyo dalam melawan Jepang, di sutradarai oleh seniman Jatim, Taufik Monyong. Bukan hanya para seniman saja yang melakoni drama teatrikal ini, tapi juga anggota kepolisian yang juga di ikut-sertakan terlibat menjadi aktor drama.(hadi/r7)