Temui PM Malaysia Soal Hinaan Ke Habibie

Tidak ada komentar 91 views

Jakarta, (DOC) – SBY juga mengatakan mengikuti perkembangan berita mengenai tulisan Zainuddin di koran Utusan Malaysia yang melontarkan hinaan kepada Habibie. Dengan tegas SBY mengatakan, berita tersebut tidak etis dan melebihi kepatutannya. Lebih dari itu, pernyataan seperti itu juga bisa mengganggu hubungan baik Indonesia dan Malaysia.

”Saya terganggu dan menyayangkan ada artikel seperti itu yang terus terang mendiskreditkan Pak Habibie sebagai pemimpin Indonesia. Sesuatu yang sebenarnya mesti dicegah mengingat hubungan antara RI dan Malaysia yang seharusnya lebih meningkatkan hubungan kita,” kata SBY.

SBY pun mengatakan, pemerintah Indonesia langsung bekerja untuk menangani isu ini. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa langsung melakukan langkah diplomasi di Jakarta maupun di Kuala Lumpur, begitupun dengan Duta Besar Indonesia di Malaysia.

SBY beserta rombongan akan bertolak ke Malaysia dalam rangka kunjungan kenegaraan 18-19 Desember. SBY melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia dalam dalam rangka konsultasi tahunan, kegiatan rutin dalam hubungan bilateral kedua negara.

”Saya angkat isu ini dengan Malaysia sehingga ke depan kita saling menjaga perasaan, saling menghormati sehingga tidak mengganggu kemitraan dan persahabatan kedua negara,” tutur SBY.

Ia pun menghargai upaya pemerintah Malaysia yang masih berupaya meminta kepada Zainuddin untuk meminta maaf kepada Presiden Habibie. Meskipun, SBY mengakui hinaan tersebut sebenarnya tidaklah mencerminkan sikap dan pandangan Malaysia.

Seperti diberitakan Zainuddin menulis di harian Utusan Malaysia hari Senin (10/12/2012) dengan berita yang menghina Habibie. Ia menyebut Habibie sebagai pengkhianat bangsa karena memenuhi desakan Barat untuk menggelar jejak pendapat di Timor Timur yang mengakibatkan pisahnya wilayah tersebut dari NKRI.

Tidak hanya itu, Zainuddin juga mengatakan Habibie sama seperti Mantan Wakil PM Malaysia Anwar Ibrahim sebagai ”The dog of imperialism” dan penggunting dalam lipatan saat pemerintahan Presiden Soeharto. (kmd/r4)