Komisi D DPRD Surabaya Gagas Layanan Kesehatan “Jempol Sehat”

Surabaya (DOC) – DPRD kota Surabaya menggagas  program pelayanan kesehatan kepada masyarakat berupa “Jempol Sehat”.    Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono, Kamis (22/11), menjelaskan  Surabaya tidak memerlukan “Kartu Sehat”  seperti yang sudah diterapkan di DKI Jakarta. Namun  cukup dengan “Jempol Sehat”.
“Tidak perlu kartu sehat, karena semua warga sudah terkoneksi dengan e-KTP. Lebih baik memakai jempol sehat,” katanya.
Jempol sehat ini menurut Anggota Fraksi PDIP ini  tidak mengeluarkan biaya banyak karena warga cukup datang ke rumah sakit ataupun puskesmas terdekat.
“Semua puskesmas di Surabaya saat ini sudah memiliki alat finger print. Jadi tidak masalah jika nanti diterapkan,” kata anggota dewan tiga periode ini.
Ia mengatakan bahwa jempol sehat ini sama dengan program jamkesmas non-kuota atau warga yang tidak tercover oleh program jamkesmas maupun jamkesda yang anggarannya diambilkan dari APBD.
“Usulan ini sudah lama. Ini juga sudah sesuai dengan kampanye wali kota Surabaya yang diusung PDIP saat itu,” terangnya.
Anggaran jempol sehat bisa dialokasikan melalui APBD 2013 yang saat ini belum dibahas  karena drafnya belum diserahkan ke DPRD. Ia mengharapkan, tahun 2013 program kesehatan yang ia sebut “jempol sehat” itu bisa direalisasikan.   Untuk itu, Komisi D  mendesak wali kota segera  merelisasikannya  sebagai upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat . (K-4/R9)