Terminal Purabaya Raih Penghargaan WTL

Tidak ada komentar 145 views

Surabaya,(DOC) – Lepas dari polemik bagi hasil antara pemkot Surabaya dengan Pemkab Sidoarjo yang kini sudah mulai reda dan berbagai terpaan kasus dugaan korupsi, dunia transportasi Surabaya kali ini patut berbangga. Pasalnya, Terminal Purabaya dinobatkan sebagai yang terbaik dalam penganugerahan Wahana Tata Laksana (WTL) Kebersihan tahun 2013. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Suroyo Alimoeso kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Eddi, di Semarang, Rabu (19/6) malam.
Prestasi yang diraih terminal penumpang tipe A itu semakin menambah panjang deretan penghargaan di bidang transportasi. Sebelumnya, Kota Pahlawan berhasil meraih Wahana Tata Nugraha (WTN) untuk kali ke tujuh belas pada Mei 2013. “Sekitar dua tahun lalu, Terminal Tambak Osowilangoen (TOW) juga mendapat penghargaan sebagai terminal terbersih se-Indonesia dari Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Eddi.
WTL pertama kali diselenggarakan Kementerian Perhubungan tahun ini. Tujuan utamanya untuk memantau penyelenggaraan dan pengelolaan kebersihan terminal penumpang. Dalam pelaksanaannya, ada sepuluh terminal tipe A yang dimonitor tim penilai. Diantaranya, Terminal Purabaya (Surabaya), Indihyang (Tasikmalaya), Arjosari (Malang), Leuwi Panjang (Bandung), Tirtonadi (Solo), Kalideres dan Lebak Bulus (DKI Jakarta), Purwokerto (Banyumas), Giwangan (Jogjakarta), serta Terpadu Merak (Cilegon).
Penilaian kebersihan lingkungan kerja terminal dilaksanakan dengan melakukan pengamatan pada sejumlah sarana dan prasarana terminal. Termasuk di dalamnya, kriteria tentang kondisi sampah secara umum, sarana pewadahan, pengumpulan sampah, pengolahan dan edukasi kebersihan terminal.
Eddi mengatakan, kondisi kebersihan terminal dipantau secara acak selama setahun belakangan. Beberapa kali, tim penilai mendatangi terminal yang terletak di perbatasan Surabaya-Sidoarjo itu. Kunjungan sengaja dilangsungkan tanpa pemberitahuan lebih dulu untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Hasilnya, Terminal Purabaya berada pada urutan teratas dalam pengumpulan poin. Disusul Terminal Lebak Bulus dan Giwangan masing-masing di posisi kedua dan ketiga.
Kendati berhasil menorehkan prestasi moncer, tidak lantas membuat Dishub Surabaya berpuas diri. Eddi mengaku pihaknya masih terus mengembangkan Terminal Purabaya demi kenyamanan para penumpang. Salah satunya dengan menggagas sistem ticketing elektronik.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, pemanfaatan teknologi untuk pembelian tiket bus itu dimaksudkan untuk memudahkan calon penumpang yang hendak bepergian melalui terminal. Jadi, nantinya, pemesanan tiket bisa dilakukan secara online.
“Calon penumpang bisa mengetahui trayek, kapasitas dan jenis bus, serta membeli tiket secara online. Sekarang sudah mulai dirintis sistemnya. Tinggal proses pemantapan dengan perusahaan bus. Rencananya, tahun depan sudah bisa dioperasikan,” beber orang pertama di Dishub ini.(r7)