Tertarik Ilmu Kedokteran China

 Kesra

Surabaya, (DOC) – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Tiongkok atau China untuk Indonesia Liu Jianchao di Balai Kota, Rabu (5/12/2012). Selama sekitar satu jam, mereka membahas beragam topik terkait kedua negara, termasuk peningkatan skala kerjasama yang selama ini sudah terjalin.

Menurut Liu, Surabaya memegang peran penting di bidang politik, sosial, dan ekonomi dalam negeri, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Ekspor-impor dua negara selalu melalui pelabuhan Surabaya. “Tak mengherankan jika pembangunan di Surabaya sangat mengesankan, dinamis, dan berkembang,” puji Liu yang mengaku baru pertama kali ke Surabaya ini.

Liu mengungkapkan tujuan utama lawatannya kali ini adalah untuk bertukar pikiran dengan Walikota Surabaya. Ada dua hal pokok yang diembannya, yakni mempererat hubungan persaudaraan antara Tiongkok dengan Surabaya. Serta mendalami kerjasama di bidang pembangunan dan perencanaan kota. “Ini sangat penting guna menghadapi tantangan dalam hal pengelolaan kota,” katanya.

Sementara Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, Surabaya telah menjalin hubungan sister city dengan dua kota di China, yakni Guangzhou dan Xiamen. Komitmen tersebut sudah dimulai sejak 2005. Aspek-aspek kerjasama meliputi bidang pendidikan, kebudayaan, ekonomi, dan infrastruktur.

Saat ini, wali kota tertarik membawa hubungan kerjasama lebih spesifik di bidang medis atau ilmu kedokteran. Perpaduan pengobatan tradisional Negeri Tirai Bambu dengan ilmu kedokteran yang dimiliki Surabaya dirasa wali kota sangat pas untuk dipelajari lebih dalam. “Sektor-sektor kerjasama selama ini sudah berjalan dengan baik. Sekarang, saya tertarik lebih fokus di ilmu medis,” ungkap wali kota.

Mendengar itu, Dubes Liu mengatakan bahwa Kota Xiamen adalah mitra yang paling tepat untuk urusan medis. “Di Xiamen, ilmu pengobatannya sudah sangat maju, jadi saya bisa merekomendasikan Xiamen jika ingin kerjasama lebih dalam di bidang kedokteran,” kata Liu.

Wali kota melanjutkan, ada banyak keuntungan yang bisa dipetik dari hubungan sister city selama ini. Ketika masih menjabat sebagai Kepala Bappeko, dia acap kali berkunjung ke Xiamen. Risma mengaku, inspirasi taman-taman kota banyak datang dari Xiamen.

Kabag Kerjasama Ifron Hady mengutarakan, bentuk riil kerjasama sister city yang sampai saat ini konsisten dilaksanakan antara lain pengiriman delegasi kebudayaan dari Kota Xiamen. Mereka rutin tampil di acara Cross Culture Festival yang diselenggarakan Pemkot Surabaya setiap tahun. Selain itu, pelaku usaha di Kota Pahlawan juga pernah dikirim mengikuti pameran UKM di Guangzhou. “Sementara di bidang pendidikan, ada pertukaran pelajar,” kata Ifron. (r4)