Tertinggi, Realisasi Investasi Korsel di Jatim

Tidak ada komentar 145 views

Surabaya, (DOC) – Singapura memang menempati urutan paling atas negara asal penanaman modal asing (PMA) yang izin prinsipnya sudah disetujui pada tahun 2011. Namun justru Korea selatan menjadi negara urutan pertama yang sudah merealisasi investasinya di Jawa Timur. Nilainya mencapai Rp 0,86 triliun dengan jumlah tenaga kerja yang diperlukan 6. 484 orang.
“Izin prinsip investasi tertinggi Singapura, tetapi untuk realisasi masih di bawah Korea Selatan,” kata Kepala Badan Penanaman Modal Jatim, Warno Harisasono, Kamis (11/7/2013).
Di urutan kedua adalah PMA Jepang. Jumlah proyek Jepang yang sudah direalisasi sepanjang tahun 2011 sebanyak 20 proyek. Nilai investasi negeri Sakura ini Rp 0,56 triliun dengan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 5.921 orang. Tiongkok di urutan ketiga. Negeri tirai bambu ini memiliki 18 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp 0,32 triliun dan meminta tenaga kerja sebanyak 3.118 orang.
Di ururan keempat adalah Singapura. Nilai investasi Negeri Lion yang sudah terwujud di Jawa timur sebesar Rp 0,90 triliun tersebar di 16 proyek disertai tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 1.910 orang. Belanda yang memilik proyek yang sudah terwujud di Jawa Timur senilai Rp 8,61 triliun berada di urutan kelima. Jumlah proyeknya 14 dengan tenaga kerja yang dibutuhkan 752 orang.
Sama seperti Belanda, Inggris memiliki 14 proyek di Jawa Timur. Nilainya mencapai Rp 0,64 triliun dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai 1.462 orang. Dan di urutan keenam ialah Taiwan. Negeri pulau yang dianggap Tiongkok sebagai bagian dari provinsinya itu memiliki 7 proyek investasi yang sudah terwujud di Jawa timur. Nilainya Rp 0,10 triliun dengan kebutuhan tenaga kerja 2.701 orang.
Lebih lanjut dikatakan Warno, kunjungannya ke Korea dan Taiwan tahun lalu mampu menarik investasi sekitar Rp 8 triliun. Investasi tersebut didapat setelah delegasi ekonomi Pemprov Jatim yang dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim Hadi Prasetyo melakukan kunjungan kerja (Kunker) selama enam hari ke Taiwan dan Korea Selatan, 8-13 Juni 2012.
Warno Harisasono mengatakan, ketika berada di Taiwan, pihaknya menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan enam perusahaan dengan nilai investasi sebesar 195 juta Dolar AS. Rinciannya, dengan PT Kobin Ceramic Industries Indonesia sebesar 100 juta Dolar AS, PT International Disaintama Primakarya 75 juta Dolar AS, dan dengan Daifair Co Ltd, Jin Wan Long Co Ltd, Lecgem Indrustrial Co Ltd, serta Hang Yiea Co Ltd masing-masing 5 juta Dolar AS. Untuk investasi dari Korea, Pemprov menandatangani LoI dengan tiga perusahaan dengan nilai investasi 620 juta Dolar AS. Rinciannya, LoI dengan PT Hankuk Fiber sebesar 220 juta Dolar AS, PT Seokjung Construction 250 juta Dolar AS, dan PT Woongjin Chemical 150 juta Dolar AS. (r4)