Gak Dibahas, TPA Benowo Dianggarkan di Banggar

Tidak ada komentar 86 views

Surabaya, (DOC) – Pembahasan KUA-PPAS(Kebijakan Umum Anggaran Penghitungan Plafon Anggaran Sementara) RAPBD kota Surabaya tahun 2013 kini telah dimulai.
KUA – PPAS ini penting untuk merancang anggaran guna mempersiapkan penyusunan RAPBD 2013, yang idealnya selesai pada akhir tahun 2012 ini.
Dalam pembahasan-nya di Badan Anggaran (Banggar ) DPRD Surabaya yang berlangsung Selasa (30/10/12) kemarin, terdapat hal yang menarik untuk dicermati, yaitu munculnya anggaran Rp.56 Milliar untuk TPA (tempat Pembuangan Akhir ) Sampah di Benowo. Padahal sebelumnya, usulan draft  KUA PPAS dari pemkot Surabaya, tidak mencantumkan dokumen soal anggaran TPA sampah Benowo.

Menurut Reni Astuti Anggota Badan Anggaran dewan menyatakan, anggaran untuk TPA Benowo itu terkesan dipaksa untuk dimunculkan saat pembahasan KUA – PPAS dibadan anggaran dewan.
“Pengajuan KUA nya khan nggk ada ,jadi di dokumen yang dibacakan dalam pidato walikota(soal KUA PPAS ) tidak ada.” Alasannya karena waktu itu belum ditandatangani kerjasama antara pemkot Surabaya dengan pihak ke tiga selaku pengelola TPA Benowo.Ujar Reni hari ini, (Rabu-31/1012).

Lebih lanjut Reni Astuti menyatakan dana untuk TPA Benowo itu masuk dalam anggaran dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai biaya Tiping Fee yang harus diserahkan pemkot Surabaya kepada rekanan pengelola sampah TPA Benowo, dengan jangka waktu 1 tahun.
“Nilainya 56,4 milliar yang itu dinamakan sebagai tiping Fee artinya dalam setahun pmerintah kota harus menyerahkan dana sebesar itu ke pihak ketiga sebagai jasa pengelolaan sampah yang masuk ke TPA Benowo.” Itu dengan asumsi sampah yang masuk per hari 1300 ton sedangkan 1 tonnya dihargai sebesar 119 ribu rupiah.”Imbuh Reni.

Anggaran TPA Benowo yang muncul mendadak, masih akan dipertanyakan terlebih dahulu,soal konteks kerjasama antara pemkot Surabaya dengan rekanan pengelola.
Menurut Reni, harus ada kejelasan terkait hak dan kewajiban serta keuntungan apa yang diperoleh pemkot Surabaya.sementara sejauh ini Bappeko hanya janji akan menjelaskan pembahasan RAPBD berjalan.

Menyikapi hal ini, anggota badan anggaran dewan lainnya hanya bersikap landai-landai  saja. Malah sebagian besar menyetujui munculnya anggaran untuk TPA Sampah Benowo.

” saya sepakat saja atas upaya pemkot Surabaya mengatasi persoalan sampah di TPA Benowo, karena pengajuan anggaran tiba tiba di Banggar,belum keputusan final dan masih bisa dikritisi, saat penetapan angka pasti per item anggaran dalam RAPBD 2013 nanti.”ujar Simon Lekatumpessy wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya yang juga Anggota Badan Anggaran dewan.(K5/R7)