TIDAK HANYA SEKEDAR MELAKUKAN COKLIT, PPDP JUGA HARUS BANTU SOSIALISASI PILGUB JATIM

Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro Saat Memberikan Arahan pada Bimtek (Jum’at, 12/01/2018)

Sidoarjo, kpujatim.go.id- Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2018, saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, tidak hanya sekedar mendatangi para calon pemilih saja. Tapi, harus melakukan sosialisasi juga terhadap calon pemilih di tingkat keluarga.

Divisi SDM dan Parmas Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jaim), Gogot Cahyo Baskoro menyatakan dalam tahapan Pilgub Jatim 2018, peran dari PPDP tidak hanya melakukan coklit saja. Di sisi lain, juga bertugas melakukan sosialisasi terhadap segmen keluarga.

“Tidak hanya sebatas mencoklit saja. PPDP juga diberi tambahan tugas untuk sosialisasi, terutama kepada keluarga calon pemilih yang sedang dicoklit,” ujar Gogot, saat menyampaikan materi dalam Bimtek Pemutakhiran Data dan Daftar Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim 2018, di Hotel Swiss-Belinn Sidoarjo, Jum’at (12/01).

Alumni Universitas Jember ini menjelaskan di hadapan peserta yang terdiri dari 38 KPU Kabupaten/ Kota, setidaknya ada empat hal yang harus disosialisasikan oleh PPDP saat melakukan coklit. Pertama, pentingnya untuk mengikuti Pilgub Jatim atau Pilkada Serentak di Kabupaten/Kota.

Kedua, terkait penjelasan terhadap tahapan Pilgub Jatim dan Pilkada Serentak, Ketiga mengenai tanggal dan hari pemungutan suara dan terakhir mengenai pengenalan terhadap pasangan calon (paslon).

“Cuma penekanannya pada saat sosialisasi pengenalan calon, jangan sampai diindikasikan mengarahkan pada paslon tertentu,” terangnya.

Peserta Bimtek yang Berasal dari 38 KPU Kabupaten/ Kota di Jawa Timur

Dia menambahkan, PPDP juga harus diberi pengarahan dulu agar tidak sampai melakukan sosialisasi terhadap visi dan misi dari salah satu paslon.

“Juga perlu dan butuh hati-hati, jangan sampai PPDP yang bertugas membantu sosialisasi malah dituding kampanye. Ini yang harus juga diantisipasi,” pungkasnya.

(MC – BIB/BAY)

KPU Jatim