Tiga Museum Pahlawan Nasional Asal Surabaya Diresmikan Dibulan November

foto : rumah HOS Tjokroaminoto(depan)

Surabaya,(DOC) – Tiga mesuem sekaligus akan diresmikan oleh Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini di bulan November 2017 mendatang. Museum tersebut adalah Museum HOS Cokroaminoto, Museum WR Supratman, dan Museum Dr Soetomo.

Museum – museum yang sengaja dinamakan para tokoh perjuangan nasional  asal Surabaya ini, merupakan upaya untuk mengenang sejarah bangsa sekaligus jasa para pahlawan yang sangat berpengaruh bagi kemerdekaan RI.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan saat ini tiga tempat itu sedang tahap finishing desain interior.

“Tiga museum itu kini sedang kita siapkan untuk diresmikan, kemarin-kemarin kita sudah sibuk cari dokumen pendukung dan juga peralatan yang digunakan tiga tokoh itu,” kata Risma, Minggu(22/10/2017) kemarin.

Ia menyebutkan untuk di museum WR Supratman, akan tetap menggunakan rumah yang selama ini dikunjungi oleh banyak wisatawan.

Namun ada sejumlah barang milik beliau yang sudah didapatkan Pemkot agar bisa ditampilkan dalam museum.

“Tempatnya di Tambaksari, kita kemarin sudah dapat tempat tidurnya dan juga baju-baju beliau,” kata Risma.

Upaya untuk bisa menetapkan museum WR Supratman ada di Surabaya ini dikatakan Risma butuh perjuangan. Bahkan sampai harus di meja hijau di MK lantaran ada dualisme pendapat di keluarga.

“Makanya nanti kita juga akan buat seminar untuk WR Supratman. Karena saya juga terima surat dari Purworejo terkait dualisme itu,” ucap Risma.

Sedangkab untuk museum HOS Cokroaminoto, memang saat ini juga sudah banyak dikenal dan dikunjungi masyarakat. Namun oleh Risma rumah tersebut dimaksimalkan isinya agar bisa menjadi rumah edukasi dan museum tentang sejarah perjuangan kemerdekaan.

“Jadi foto-fotonya kita perbanyak. Perabotan saat masih jaman dulu seperti apa kita dapat dan kita letakkan di sana. Figura di sana aku sendiri yang pilih harus seperti apa,” ucap Risma.

Untuk bisa membuat museum di tiga tempat itu Risma bahkan tidak hanya mengandalkan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Melainkan juga dari dinas ke-arsipan.

Dimana dua dinas itu melakukan riset dan mencari dokumen-dokumen pendukung agar bisa diletakkan di museum tersebut.

“Setelah ini baru kita akan garap museum Ruslan Abdul Ghani dan juga Bung Tomo,” kata Risma.

Namun pihaknya masih mencari tempat yang paling pas. Sebab seperti rumah radio bung tomi yang akan dibangun ulang, ternyata di sana hanya tempat singgah.

Oleh sebab itu Pemkot akan melakjkan riset dulu dimana tempat yang paling cocok untuk dijadikan museum. Yang benar-benar memiliki nilai sejarah yang kuat terkait sosok Bung Tomo.(fm/r7)