Tiket Capres Demokrat Butuh Koalisi

Tidak ada komentar 131 views

Jakarta, (DOC) – Pertarungan untuk merebut tiket capres semakin menarik jika Partai Demokrat gagal mendapatkan mitra koalisi, kondisi tersebut dimungkinkan jika Demokrat gagal meraih suara lebih dari 15 persen.
Menurut Lingkran Survei Indonesia (LSI) elektabilitas Demokrat telah merosot dibawah 10 persen, yakni 9,8 persen. Tidak seperti dua parpol yang elektabilitasnya diatas 15 persen dan mendekati 20 persen, yakni PDI Perjuangan dan Golkar.
“Dua partai ini tetap menjadi poros utama dan memimpin koalisi capres pemilu 2014,” kata Peneliti LSI Ardian Sopa di kantor LSI, Minggu (03/11/2013).
Menurut dia jika Demokrat gagal meraih suara lebih dari 15 persen, pertarungan merebut tiket capres 2014 dengan parpol papan tengah lainnya makin imbang. Sebab, parpol papan tengah potensial lainnya siap menyalip dan bertarung merebut tiket pencapresan tersebut.
Dia pun memprediksi mungkin akan lahir poros tengah jilid dua, namun dengan komposisi yang berbeda dengan poros tengah di tahun 2004 yang berhasil mengalahkan Golkar dan PDI Perjuangan.
“Dengan tren dukungan Demokrat yang terus merosot, tiket capres Demokrat tentunya belum aman,” cetusnya.
Lebih jauh Ardian menerangkan, tren dukungan yang terus merosot ini juga akan menyulitkan Demokrat untuk sementara waktu hingga pileg 2014 membangun komunikasi politik dengan parpol lainnya. Karena, parpol lain masih dalam posisi “wait dan see” dalam membangun komunikasi politik dengan koalisi dalam pilpres nanti.
“Apalagi saat ini 11 kandidat capres peserta konvensi Demokrat masih kalah pamor dibanding dengan kandidat capres dari partai lainnya,” terangnya.
Ardian pun menekankan, selain kalah pamor dan ketokohan, capres peserta konvensi Demokrat juga kalah pengalaman politik dibanding capres dari papan tengah lainnya, seperti Prabowo Subianto dan Wiranto.
“Kondisi ini akan membuat pertarungan 1 tiket capres 2014 di antara partai papan tengah makin sengit,” pungkasnya. (co/r4)