Tim Penyidik KPK Datangi Rumah Ketua DPR RI, Akan Jemput Paksa

foto ; suasana rumah Setnov saat didatangi tim penyidik KPK

Jakarta,(DOC) – Tim penyidik KPK mendatangi rumah Ketua DPR RI Setya Novanto(Setnov), di Jalan Wijaya XIII, Jakarta Selatan, Rabu(15/11/2017) malam. Rencananya tim KPK akan menyemput paksa, politikus asal partai Golkar tersebut terkait kasus dugaan korupsi E-KTP.

Berdasarkan jadwal tim penyidik KPK, Rabu(15/11/2017), Setya Novanto seharusnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi E-KTP.  Namun tim pengacaranya menyampaikan surat pemberitahuan, bahwa kliennya tak bisa memenuhi panggilan KPK.

“Saya tanyakan ke direktur penuntutannya, sudah berapa persen? Yah 70 persen berkas selesai Pak, Jadi mestinya ya sudah bisa, kan hari ini yang bersangkutan dipanggil sebagai tersangka kalau misalnya dilakukan penahanan kita juga tidak tahu juga,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, Rabu(15/11/2017).

Sekitar 2 jam lebih tim penyidik KPK berada di rumah Setya Novanto, namun hingga sekarang belum diketahui sikap tersangka kooperatif atau tidak untuk dibawa ke kantor KPK.

Sebelumnya, pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi menegaskan bahwa ketua umum Partai Golkar itu tidak akan hadir memenuhi panggilan KPK dengan alasan putusan MK tentang pasal 245 ayat 1 UU MD3 yaitu harus ada izin Presiden dan pasal 20A UUD 1945 yakni anggota Dewan memiliki hak untuk bicara, untuk bertanya, untuk mengawasi dan punya imunitas.

Sejumlah kalangan membantah alasan imunitas yang diatur dalam pasal 224 UU MD3 terkait dalam pelaksanaan tugas anggota DPR termasuk tindakan lain dan terkait izin Presiden, pasal 245 ayat 3 UU MD3 yang jelas-jelas menyebutkan, bahwa izin Presiden itu tidak berlaku kalau terkait tangkap tangan, kejahatan yang ancaman pidananya seumur hidup, mati dan kejahatan kemanusiaan dan keamanan negara.(ut/temp/r7)