Tim SR-MK Tingkatkan Kesiagaan Tangkal Money Politik

Malang,(DOC) – Memasuki masa tenang, Tim Cegah Tangkal Money Politics pasangan calon wali kota – calon wakil wali kota Malang Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo (SR-MK) semakin meningkatkan kewaspadaan. Senin (20/5) siang, tim bersama warga berhasil menggagalkan rencana transaksi suara yang akan dilakukan beberapa orang yang ditengarai pendukung salah satu pasangan calon.
Menurut Ketua Tim Pemenangan SR-MK Sri Untari Bisowarno, seluruh kader PDI Perjuangan di kepengurusan tingkat kota, kecamatan, kelurahan, dan rukun warga bersama para relawan, terus bersiaga mencegah kemungkinan terjadinya tindak kecurangan pemilu. “Komunikasi dengan pihak-pihak terkait seperti panitia pengawas pemilu dan kepolisian juga terus kita tingkatkan,” kata Sri Untari.
Perempuan yang juga anggota DPRD Kota Malang ini menambahkan, penyiagaan tim cegah tangkal money politics menyusul maraknya indikasi kecurangan pemilu yang terjadi di lapangan. “Ajakan memilih disertai bagi-bagi sembako sudah dilakukan secara terang-terangan. Sudah dalam fase yang mengkhawatirkan. Ini menodai kesepakatan bersama untuk melaksanakan pemilukada yang bersih, jujur, dan damai,” tandasnya.
Sementara itu, siang tadi, warga Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen bersama Tim SR-MK berhasil menggagalkan rencana penyuapan suara yang akan dilakukan beberapa orang yang ditengarai pendukung salah satu pasangan calon kepada warga setempat. Money politics dilakukan dengan cara menukarkan kupon yang dibagikan kepada warga beberapa hari sebelumnya dengan sembako.
“Kendaraan pengangkut sembako sempat berhenti di mulut gang. Mereka akhirnya berbalik arah setelah mengetahui keberadaan warga dan Tim SR-MK yang tengah bersiaga,” terang Koordinator Tim Hukum SR-MK, Hadi Susanto SH di lapangan.
Di saat yang sama, sejumlah warga didampingi para pengacara dari tim hukum SR-MK melaporkan dugaan money politics dan kecurangan pemilu lainnya ke pihak panwaslu. Laporan pertama, dugaan money politics berupa sembako dalam acara kampanye salah satu calon di kelurahan Oro-oro Dowo Kecamatan Klojen pada 17 Mei.
Laporan kedua, dugaan perusakan alat peraga berupa banner bergambar pasangan SR-MK di Kelurahan Tanjungrejo Kecamatan Sukun. Pencopotan banner dilakukan seseorang diduga pendukung salah satu pasangan calon. Laporan ketiga, dugaan money politics bagi-bagi sembako di Kelurahan Kasin, Klojen.
Pilkada Kota Malang akan berlangsung 23 Mei depan. Saat ini, proses pilkada memasuki masa tenang setelah dua minggu sebelumnya masa kampanye. (r4)