Tingkatkan Jumlah Investor, 4.800 Ikut Program TICMI

Tidak ada komentar 35 views

Surabaya,(DOC) – Dalam rangka meningkatkan jumlah investor di pasar saham, sekitar 4.800 mengikuti program pemahaman soal investasi saham yang digelar oleh The lndonesia Capital Market lntltute (TICMI), yang di berlangsung di kantor BEI Surabaya.

Program tersebut atas kerjasama, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodlan Sentral Efek lndonesia (KSEI), selaku SRO, The lndonesia Capital Market lntltute (TICMI), kembali menyelenggarakan Capital Market Professional Development Program (CMPDP) pada tahun 2017.

Mereka dari berbagai disiplin ilmu. Ada teknik kelautan, sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sastra Inggris. Dari jumlah itu, akan diambil atau diterima 30 orang.

Direktur Utama TICMI, Mety Yusantiati mengatakan , CMPDP memiliki tujuan jangka menengah dan panjang. Caranya dengan mempersiapkan Talent-Talent pasar modal yang akan menjawab tantangan di masa depan, dan membantu menggerakan industri pasar modal lndonesia pada cita-cita di atas. Proses seleksi, rekrutment dan pengembangan CMPDP dilakukan secara terpusat oleh The lndonesia Capital Market lntltute (TICMI).

“Pada tahun 2017 ini, jumlah pelamar CMPDP sekitar 4800 calon peserta. Setelah melalui proses seleksi administrasi, seleksi tertulis CM PDP akan dilaksanakan serentak di 27 kota besar di lndonesia yaknl Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Banda Aceh, Medan. dan Padang.  Calon kandidat akan mengikuti proses test tertulis pada tanggal 3 dan 4 Juni kemarin.”ujarnya kepada wartawan  di Surabaya, Senin  (05/06/17).

Ia menjelaskan, bagi peserta yang Iulus tes tertulis tersebut akan mengikuti serangkaian tes Iainnya , sampai dengan terpilihnya peserta terbaik yang akan mengikuti 12 bulan program pengembangan, dan 6 buIan on thejob training. Nantinya setiap Iulusan CMPDP akan ditempatkan untuk bekerja di Self Regulatory Organization (SRO) atau afiliasinya. Mereka sudah mendapat honor selama mengikuti program yang diselenggarakan BEI.

“Dengan semakin banyaknya ketersediaan tenaga profesional di SRO, diharapkan dapat semakin menumbuhkembangkan industri pasar modal dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga mimpi pasar modal Indonesia untuk menjadi yang paling besar di kawasan Asia Tenggara maupun Asia dapat terwujud di masa depan”, ujar Mety Yusantiati (Direktur Utama TICMI).

Berdasarkan Survei Nasional therasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (01K) 2016, baru sekitar 29,66% penduduk Indonesia yang memiliki kategorl well literate atau melek pengetahuan keuangan. Tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap pasar modal dan tingkat utilitas produk pasar modal sendiri tercatat masih jauh tertinggal jika dibandlngkan dengan  industri jasa keuangan Ialnnya di lndonesia yaknl sekitar 4,4%.

Self-Regulatory Organization (SRO) yang dimotori oleh PT Bursa Efek lndonesia (BEI) memiliki target untuk menjadikan pasar modal Indonesia menjadi pasar modal yang terbaik minimal di kawasan ASEAN pada tahun 2020.(trish/r7)