Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Dengan Kembangkan Pertanian

Surabaya, (DOC) – Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo menekankan pentingnya Bupati dan Wakil Bupati Lumajang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lumajang. Salah satu cara yang dapat dilakukan yakni mengembangkan pertanian di Kabupaten Lumajang.
Hal tersebut disampaikannya saat Pengukuhan Sumpah dan Pelantikan Bupati Lumajang Dr H Sjahrazad Masdar, MA dan Wakil Bupati Lumajang Drs As’at Malik M.Ag masa jabatan 2013-2018 di Pendopo Kabupaten Lumajang, Senin (26/8/2013).
Ia menyampaikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pertanian merupakan hal yang penting. Lumajang merupakan salah satu kabupaten di Jatim yang dikenal sebagai lumbung pangan dan mampu menyuplai beras untuk daerah lain. Pertanian merupakan salah satu dari tiga sektor unggulan Kabupaten Lumajang dan menyumbangkan persentase terbesar bagi PDRB Kabupaten Lumajang. Sektor pertanian menyumbang sebanyak 33,60 persen pada tahun 2011, sedangkan tahun 2012 menyumbang PDRB Kabupaten Lumajang sebanyak 33,77 persen.
Selain mampu menyumbangkan persentase yang besar bagi PDRB, sektor pertanian juga mampu menyerap tenaga kerja di Kabupaten Lumajang. Total penduduk yang bekerja di Kabupaten Lumajang mencapai 496.032 orang, sedangkan angkatan kerja di sektor pertanian mencapai 248.637 orang atau sekitar 50,13 persen.
“Ini menandakan bahwa sektor pertanian memiliki potensi yang cukup besar bagi Kabupaten Lumajang. Jadi kalau ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yang paling signifikan yakni melalui sektor pertanian,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim.
Berdasarkan data, komoditi pertanian di Lumajang meliputi padi, jagung, kentang, kubis, sawi, daun bawang, kacang panjang, cabe besar, tomat, terong, ketimun, melon, cabe warit, bawang merah, pisang kirana, alpukat, pete, dan ubi jalar dalam empat terakhir ada tren kenaikan.
Kabupaten Lumajang juga memiliki sentra produksi seperti di Kecamatan Senduro sebagai penghasil pisang, kentang, kubis, sawi, dan daun bawang, Kecamatan Pasirian terkenal dengan produk kacang panjang, cabe besar, tomat, terong, dan ketimun, sedangkan Kecamatan Kunir terkenal dengan produksi melon dan cabe rawit.
Teknologi pertanian yang diterapkan di Kabupaten Lumajang sejauh ini telah tepat guna untuk mendorong proyeksi hasil pertanian yang telah dikembangkan. Komoditi pisang kirana, alpukat, dan pete sudah diekspor hingga ke luar negeri.
Selain sektor pertanian, menurut Pakde Karwo, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lumajang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi sektor UMKM yang dapat dikembangkan yakni kripik pisang yang terletak di Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Sebagaimana diketahui, seorang pengusaha kecil di Kabupaten Lumajang bisa mengekspor keripik pisang 1 ton setiap pekan ke Singapura dan Hongkong. IKM yang berkembang seperti home industry ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Di bagian lain, Pakde Karwo menuturkan, Jawa Timur itu memiliki budaya demokrasi yang baik melalui musyawarah mufakat. Kultur Jatim itu musyawarah mufakat, bukan budaya tanding. Salah satu penerapannya yakni dengan dilakukannya komunikasi dan koordinasi yang baik dengan para stakeholder.
Menurutnya, dengan terjalinnya komunikasi yang baik, maka dapat mewujudkan suasana aman dan nyaman di Kabupaten Lumajang. Bupati dan Wakil Bupati juga diharapkan bisa menjalin komunikasi yang baik dan rukun. Sehingga bupati dan wakil bupati dapat membangun dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
“Tidak bisa membangun kalau tidak aman dan nyaman, dan tidak ada kesejahteraan jika tidak membangun. Tidak mungkin kabupaten ini tumbuh, jika tidak ada rukun antara bupati dan wabupnya. Untuk itu, perlu mewujudkan suasana aman, nyaman, dan rukun,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik menaati betul soal pengelolaan keuangan daerah. Presiden RI selaku pemegang kekuasan pengelolaan keuangan negara, pada pasal 6 ayat 1 dan pasal 7 ayat 1 UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah.
“Artinya otorisator keuangan di kabupaten ini adalah bupati, yang diatur dalam konstitusi dan UU kita. Wakil bupati membantu bupati dalam rangka mengatur keuangan daerah, namun tanggung jawab pengaturan keuangan daerah dan pengambil keputusan adalah bupati, ” tegasnya.
Sebelumnya, terdapat 4 calon Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan. Dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kab. Lumajang, pasangan incumbent Dr H Sjahrazad Masdar, MA dan Drs As’at Malik, M.Ag ditetapkan KPU Jatim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lumajang periode 2013-2018.
Dr H Sjahrazad Masdar, MA dan Drs. As’at Malik, M.Ag memperoleh suara 199.343 (35,36 persen), disusul pasangan nomor urut 3 Ali Mudhori dan Samsul Hadi (ASA) dengan perolehan 190.321 suara (33,70 persen). Berikutnya adalah pasangan nomor urut 2 Agus Wicaksono dan KH. Adnan Syarif yang mendampatkan suara sebanyak 137.917 (24,46 persen), dan terakhir adalah pasangan nomor urut 4 Indah Pakarti dan Abdul Kafi dengan suara sebanyak 36.206 (6,42 persen). (hms/r4)