TKI Digilir Tiga Polisi Malaysia

Tidak ada komentar 667 views

BNP2TKI Minta Pemerintah Malaysia Beri Hukuman Berat

Jakarta (DOC) – Tindakan tidak beradab yang dilakukan tiga Polisi Diraja Malaysia dengan memerkosa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara bergiliran, menuai kecaman. TKI tersebut diperkosa di kantor polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, Malaysia pada Jumat (9/11/2012) pagi.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat mengutuk dan menyatakan pemerintah Malaysia harus mendidik ulang aparat kepolisiaannya karena semakin banyak yang bertindak liar sekaligus tidak beradab dalam menghadapi para TKI di negara tersebut.

Menurutnya, kejadian biadab yang selalu berulang baik kepada TKI tak berdokumen ataupun TKI resmi, harus dihentikan. Dia mengatakan, perilaku biadab polisi Malaysia sering terjadi kepada orang asing termasuk TKI di Malaysia, baik pemerasan, penembakan, dan kini berupa pemerkosaan secara brutal.

Jumhur mengaku telah berkoordinasi dengan Duta Besar RI di Kuala Lumpur Herman Prayitno untuk meminta proses hukum yang seberat-beratnya bagi tiga polisi Malaysia masing-masing Nik Sin Mat Lazin (33 tahun) yang sudah bertugas dalam kepolisian Malaysia selama 13 tahun, Syahiran Ramli (21) dengan masa pengabdian di polisi Malaysia dua tahun satu bulan, dan Remy Anak Dana (25) yang melalui masa tugasnya di kepolisian Malaysia untuk satu tahun dua bulan.

”Dubes RI sudah meminta pihak Malaysia melakukan langkah-langkah hukum yang benar, adil, serta menghormati perasaan bangsa Indonesia yang sangat getir atas peristiwa pemerkosaan ini sehingga dapat menghukum berat para pelakunya,” kata Jumhur.

Jumhur menerangkan, Mawar (bukan nama sebenarnya) TKI yang mengalami pemerkosaan itu merupakan TKI yang bekerja di Singapura sejak 3 November 2010. Setelah delapan bulan bekerja, dia pergi ke Batam untuk selanjutnya bekerja di Penang Malaysia di perusahaan Amwork Vision.

”Informasi ini diperoleh saat dilakukan program pemutihan tenaga kerja asing di Penang oleh KBRI/KJRI,” katanya.

Jumhur menegaskan, BNP2TKI telah mengutus jajaran Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan (BP3TKI) Semarang untuk menemui kakak keluarga Mawar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. “Saat ini dia sudah dalam perlindungan KJRI di Penang, sementara ketiga polisi pemerkosa pun kini ditahan untuk diadili. Saya menawarkan pula bila pihak keluarga mau melihat korban di Penang, pemerintah melalui BNP2TKI siap memfasilitasinya,” kata Jumhur.(sol/r3)