TMMD Dibuka Serentak di Tanah Laut

Tidak ada komentar 189 views

Madiun, (DOC) – Korem 081/DSJ melaksanakan Upacara pembukaan TMMD di dua tempat secara bersamaan. Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Ivan AR Tutus SH membuka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-93 di wilayah Kodim 0810/Nganjuk, sedangkan Kol Laut Muklis ST, MM (Kadep ElektronikAAL) membuka Program TMMD Ke-93 di wilayah Kodim 0805/Ngawi. TMMD ke-93 secara serentak dilaksanakan di 61 wilayah Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini merupakan program kerja TNI untuk masyarakat yang tahun ini sudah memasuki tahun ke-37 pada tahapan yang ke-93. Untuk Upacara Pembukaan TMMD Ke-93, dipusatkan oleh TNI Angkatan Darat di Desa Maluka Baulin, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Mar Ivan AR Tutus SH selaku Irup, Kasad Jendral TNI Gatot Nurmantyo, selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD menyampaikan bahwa Program TMMD telah dimulai sejak tahun 1980 dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Program ini berubah menjadi TMMD, setelah era reformasi, akibat adanya TAP MPR yang memisahkan Polri dari TNI.
Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih dari 34 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, daerah tertinggal, terpencil dan terisolir. Sehingga keberadaan TNI untuk membangun sarana prasarana dan infrastruktur di wilayah itu masih sangat relevan.
Seirama dengan tekad pemerintah untuk memacu kreativitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan, maka pola pendekatan TMMD tersebut, sungguh sangat sinkron dan sekaligus selaras dengan upaya pemerintah mengembangkan mekanisme bottom up, sebagai alih kendali pembangunan yang selama ini bersifat top down.
Dalam hubungan Tut Wuri Handayani dengan bottom up, maka yang utama adalah bagaimana masyaarakat desa bisa mendefinisikan keperluan dan kepentingannya sendiri. Sehingga proses pembangunan benar-benar dari, oleh dan untuk masyarakat yang bersangkutan secara lebih konkrit lagi. (pendam/r4)