TNI Gelar Latihan Satuan Penanggulangan Teror

Tidak ada komentar 116 views

Jakarta,(DOC) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menggelar Latihan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) tahun 2013 di perairan Batam dan Kepri. Upacara pembukaan Latihan Satgultor dibuka secara resmi oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E, mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, bertempat di Markas Komando Detasemen Jalamangkara Cilandak Jakarta Selatan, Jum’at (22/11/2013).

Latihan tersebut bertujuan untuk mewujudkan kesiapan operasional Satgas Operasi Khusus TNI yang merupakan gabungan unsur-unsur Sat-81, Denjaka dan Denbravo’90 beserta unsur pendukungnya dengan sasaran untuk meningkatkan kemampuan unsur pimpinan dan staf, tersusunnya rencana operasi khusus TNI, meningkatnya kemampuan interoperability dan meningkatnya kesiagaan operasional pasukan khusus TNI.

Panglima TNI dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasum TNI menyampaikan bahwa, latihan ini diselenggarakan tidak sekedar memenuhi kalender program dan kegiatan yang telah ditetapkan, namun lebih dari itu bahwa latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Satuan Gultor TNI, dihadapkan kepada kecenderungan kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme saat ini dan dimasa yang akan datang.

“Latihan Gultor TNI tahun 2013, diarahkan pada tema counter hijacking at the sea, sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas individu serta interoperability Satgultor TNI di semua strata, khususnya interoperabilitas komando, kendali, komunikasi, koordinasi, integrasi operasi Sat-81, Denjaka dan Denbravo’ 90”, kata Panglima TNI.

Di akhir amanatnya Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan sebagai berikut : Pertama, satukan visi dan misi Sat-81, Denjaka dan Denbravo’90 dalam satu ikatan tugas TNI. Hilangkan ego sektoral yang dapat menimbulkan kelemahan dan menjadi penghambat dalam mewujudkan TNI yang profesional, militan dan solid. TNI harus satu persepsi dan menjadi kekuatan utuh dalam tampilan di mata masyarakat dan bangsa Indonesia. Bukan tidak boleh setiap matra atau satuan memiliki tradisi masing-masing dalam membangun soliditas dan solidaritas satuan, tetapi yang tidak boleh bila tradisi itu ditampilkan menjadi dominan yang dapat menunjukkan persaingan antar matra di mata masyarakat Indonesia.

Kedua, laksanakan latihan dengan penuh dedikasi, semangat dan tanggung jawab, serta kuasai dari setiap peran para prajurit sekalian. Ketiga, tingkatkan keterpaduan langkah, kesamaan pandang dan pola tindakan, dalam menanggulangi ancaman sesuai skenario latihan, khususnya yang terkait mekanisme perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan pengakhiran opssus dengan segala taktik dan teknik yang digunakan. Keempat, pelajari dan kembangkan kemungkinan integrasi komando, kendali, komunikasi, komputer, intelijen dan manajemen pertempuran pada latihan ini, guna pengembangan perencanaan kebutuhan alat-alat khusus tugas operasi Satgultor TNI. Kelima, catat dan evaluasi segala kelemahan dan kekurangan latihan ini, guna penyempurnaan strategi, taktik dan teknik serta prosedur tetap yang ada, dihadapkan kepada prediksi dan kecenderungan perkembangan ancaman saat ini dan masa yang akan datang.

Latihan Satgultor TNI tahun 2013 dibagi dalam dua tahap, yaitu : Latihan Posko dilaksanakan tanggal 22 s.d. 23 November 2013 di Cilandak, sedangkan Latihan Lapangan tanggal 30 November 2013 di perairan Batam dan Kepri. Peserta latihan yang terlibat sebanyak 406 orang, terdiri dari : 43 orang penyelenggara, 14 orang Kosatgas, 22 orang Sat-81, 30 orang Denjaka, 22 orang Denbravo’90 dan 275 orang unsur pendukung.(puspen/r7)