Toko Online Blibli Akusisi Tiket Online

 Ekonomi

Surabaya,(DOC) – Memasuki semester dua tahun 2017, Blibli.com sebagai salah satu eCommerce terbesar di Indonesia melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi pioneer sekaligus salah satu Online Travel Agent (OTA) terbesar di Indonesia, Tiket.com.

Penandatanganan oleh kedua belah pihak dilakukan oleh Kusumo Martanto selaku CEO Blibli.com dan Gaery Undarsa selaku Co Founder sekaligus Chief Communications Officer Tiket.com pada Senin, 12 Juni 2017 di Jakarta. Pada kesempatan yang sama, perusahaan sekaligus mengangkat George Hendrata sebagai CEO Tiket.com yang baru.

CEO Blibli.com, Kusumo Martanto mengatakan, pengguna e-Commerce di Indonesia tercatat 3,4% dari total jumlah penduduk Indonesia. Jika dibandingkan dengan pengguna internet tentunya pasar eCommerce sangatlah potensial dan memiliki masa depan yang panjang.

“Bisnis online travel berkembang pesat, hingga tahun 2016 pembelian produk jasa travel mencapai 35% atau yang tertinggi dibanding produk jasa lainnya. Populasi generasai muda di Indonesia dengan umur di bawah 31 tahun mencapai sekitar 51%. Inilah yang membuat Blibli.com tertarik untuk mengakuisisi Tiket.com.”ujarnya dalam siaran pers Blibli.com, Senin (19/06/17).

Ia menjelaskan, generasi milenial memiliki aspirasi pada travel cukup tinggi, untuk membayar sebuah pengalaman mereka rela mengeluarkan uang rata-rata Rp 30 juta per tahun. Mencari pengalaman baru, menjelajah suatu daerah atau tempat bersama teman, belajar hal baru menjadi aspirasi generasi milenial untuk melakukan perjalanan.

Sejak awal berdiri tahun 2011, kata Kusumo, Blibli.com memiliki visi untuk memperbesar lini bisnisnya dengan menghadirkan berbagai inovasi, hingga pada akhir tahun 2016 Blibli.com meluncurkan kategori produk travel online, yaitu Blibli Travel sebagai kategori khusus yang menjual produk travel di dalam Blibli.com.

Sejak itu, tambah Kusumo, travel online menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis Blibli.com dikarenakan adanya pasar yang menjanjikan dimana statistik menunjukkan minat pembelian produk travel melalui online terus meningkat.

Tiket.com memiliki track record bisnis yang bagus dimana dalam waktu relatif singkat tumbuh menjadi salah satu OTA terbesar di Indonesia, sama-sama berfokus pada kepuasan pelanggan dan dinilai konsisten dalam menjalankan bisnisnya.”terangnya.

Di sisi lain, jelas Kusumo, kami juga melihat visi misi dan nilai perusahaan Tiket.com memiliki banyak kesamaan dengan Blibli.com yang diharapkan dapat memudahkan proses sinergi. Berdasarkan pertimbangan inilah kami mantap untuk melakukan akuisisi.

Lebih lanjut Kusumo mengatakan, Tiket.com saat ini merupakan salah satu OTA yang memiliki inventaris terbesar untuk produk tiket, pesawat, hotel, kereta api, car rental serta tiket konser; bekerjasama dengan lebih dari 35 maskapai penerbangan internasional dan domestik, dan bekerjasama dengan dengan ribuan hotel domestik dan international. Sedangkan Blibli Travel yang baru saja dikembangkan akhir tahun lalu telah memiliki lebih dari 1.000 varian produk travel seperti tiket kereta api, voucher hotel hingga tiket hiburan dan lifestyle.

Blibli.com sebagai eCommerce juga bermitra dengan pilihan bank terbanyak untuk program cicilan 0% dan juga menyediakan semua tipe pembayaran bagi konsumen. Dengan adanya akuisisi ini tentunya akan menjadikan Blibli.com sebagai sebuah group perusahaan eCommerce dengan pelayanan one stop shop dan juga memberikan manfaat lebih bagi para pelanggan.”jelas Kusumo.

Sementara itu, CEO Tiket.com yang baru. George Hendrata mengatakan, proses akuisisi telah dilakukan dari 5 bulan lalu bersama dengan pihak Blibli.com. Kami melihat ini akan membuka peluang sangat besar bagi Tiket.com untuk bertumbuh secara eksponensial baik dari rencana sinergi yang ada dan dari segi penetrasi pasar.

“Melihat potensi kedepannya dan banyaknya kesamaan dalam culture & visi bisnis, kami sangat bersemangat untuk bergabung dalam keluarga Blibli.com. Blibli.com akan memberikan dukungan penuh untuk Tiket.com baik dari sisi share inventory, program penjualan, promosi termasuk penetrasi ke sosial media, serta memperkuat tim atau sumber daya manusia.”ungkap George. (tris/r7)