Tolak Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis

Tidak ada komentar 132 views

Surabaya, (DOC) – Puluhan jurnalis Surabaya menggelar aksi unjuk rasa menolak aksi kekerasan terhadap pekerja pers di berbagai daerah di tanah air. Mereka meminta aparat hukum mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis.

“Jurnalis dilindungi UU. Jadi kalau merasa dirugikan dengan pemberitaan, ada hak jawab. Tapi di Indonesia, penolakan terhadap pemberitaan diwujudkan dalam bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Kami dianiaya, dipukuli, bahkan rumah kami dibakar,” ujar Panji salah satu wartawan yang ikut aksi.

Daftar kekerasan terhadap jurnalis belakangan ini memang semakin banyak. Kasus kekerasan yang menimpa Didik dan Rian, dua jurnalis Riau Pos yang dilakukan oknum TNI AU saat meliput jatuhnya pesawat milik TNI AU menjadi contoh.
Lalu, kasus pembunuhan terhadap Rio, jurnalis Metro Pos di Manado dan pembakaran rumah jurnalis di Aceh.

“Kita sayangkan, pelakunya ternyata aparat negara. Tentara yang seharusnya melindungi rakyat, malah memberikan contoh buruk terhadap jurnalis,” imbuhnya.

Selain tentara, pelaku kekerasan terhadap jurnalis meliputi anggota DPRD, PNS, ormas, petugas keamanan perusahaan dan massa. Mereka meminta, Kapolri Jenderal Timur Pradopo bertanggung jawab atas serangkaian kekerasan yang terjadi. (so/k10/r4)