Toni : Ideologi Pancasila Mulai Luntur

Tidak ada komentar 189 views

     Surabaya – Direktur Forum Masyarakat Cinta Damai ( Formacida ) Jawa Timur Arif Fathoni, S.H menilai ideologi Pancasila mulai luntur dengan banyaknya ideologi yang ada di Negeri ini.

Menurut Toni,  tidak bisa dipungkiri, perubahan besar bangsa Indonesia yang dimulai dengan era baru yang disebut era reformasi menjadi semacam berkah bagi bangsa Indonesia yang selama ini terkekang dalam nuansa pemerintahan yang otoriter menjadi era keterbukaan.

“Namun di sisi yang lain perubahan besar ini, kita tidak mengantisipasi masuknya intervensi ideologi lain yang mengancam eksistensi pancasila sebagai ideologi besar dan jati diri bangsa kita,” katanya.

Demokrasi Liberal yang  dianut saat ini secara tidak langsung telah mereduksi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa (“way of life”). Hali itu dikarenakan era demokrasi Liberal saat ini cenderung menjunjung kebebasan individu dan menafikan kewajiban kasasi kita sebagai bagian dari tatanan masyarakat yang telah puluhan tahun terbangun dengan asas kegotongroyongan.

Dengan dalih kebebesan pula saat ini menimbulkan dampak ego golongan yang berimplikasi pada nilai toleransi yang mulai hilang dari prinsip kehidupan bernegara. Sehingga anarkisme menjadi semacam tontonan yang mungkin sering kita lihat tanpa ada upaya yang signifikan untuk menanggulangi atau memberangus organisasi maupun kelompok yang terlibat dalam tindakan melawan hukum itu.

Berangkat dari uraian diatas, kata dia, pihaknya mengajak warga Indonesia kembali memakai Pancasila sebagai ideologi yang paling cocok dengan nuansa ke-Indonesiaan.     “Godaan ideologi lain memang terasa begitu menggoda, namun apakah itu cocok dalam kehidupan masyarakat kita itu yang jadi pertanyaan besar,” katanya.

Maka dari itu, kata dia, jika ada pihak-pihak yang mencoba mempertanyakan eksistensi Pancasila, maka patut dipertanyakan ke-Indonesiaannya. Ini dikarenakan Pancasila merupakan rumah besar untuk menjamin tradisi hidup ber-Negara yang selama ini mampu mengayomi masyarakat Indonesia dengan segala keberagamannya. (red)