Toni Tamatompol Akhirnya Masuk Ke Komisi A

Tidak ada komentar 180 views

Surabaya,(DOC) – Toni Tamatompol akhirnya bisa bernafas lagi. Hal ini karena Ketua Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS), Simon Lekatompessy telah mengeluarkan surat usulan penempatan di salah satu komisi di DPRD Surabaya. Surat permohonan tersebut dibuat dan ditandangani ketua F-PDS dan Sekretaris FPDS, Sudarwati Rorong, Selasa (26/11/2013).
“Hari ini (kemarin) sudah saya tandangani dan segera diusulkan ke pimpinan dewan,” jelasnya.
Wakil ketua Komisi C DPRD Surabaya ini rupanya telah melunak. Pasalnya, pasca Toni Tamatompol dilantik pada 19 November 2013 menggantikan Immanuel Fredik Lumoindong (Alm), Simon selalu menghindar. Hal itu disinyalir karena rencana Toni yang notabene sebagai Ketua DPC PDS Surabaya akan mereposisi struktuf F-PDS di DPRD Surabaya.
‘Sudahlah saya tidak memikirkan itu (reposisi), saya usulkan dia (Toni) duduk di Komisi A,” ungkap Simon.
Dia menolak tudingan menghambat proses penempatan Toni di salah satu komisi. Bahkan dengan tegas Simon mengatakan Toni sendiri yang sengaja mempersulit dirinya. Ia mengaku sejauh ini belum ada komunikasi dengan Toni.
Simon mengaku tidak terpengaruh dengan ancaman reposisi. Sebagai kader yang baik, dirinya akan selalu mematuhi perintah partai. “Terserah partai mau reposisi atau tidak, saya kan kader partai,” jelas Simon.
Usulan penempatan Toni di salah satu komisi, menurut Simon, sudah terbilang cepat ketimbang anggota dewan lain yang menempati kursi melalui proses pergantian antar waktu (PAW). Simon menyebut partai lain relatif membutuhkan waktu dua minggu seperti penempatan Adi Sutarwijono, kader PDIP.
“Sakno di komisi A bisa makan tapi ndak bisa tanda tangan,” ujar Simon mengomentari Toni yang pernah ikut rapat Komisi A meski belum ada penetapan penempatan.
Simon menjelaskan, surat usulan tersebut dikirim melalui sekertaris dewan (Sekwan) DPRD Surabaya untuk disampaikan ke Ketua DPRD Surabaya. Kemudian akan diproses melalui badan musayarah (Banmus) dan disahkan dalam rapat paripurna.
Terpisah, Toni mengaku gembira dengan keluarnya usulan penempatan di salah satu komisi tersebut. Pasalnya, selama seminggu dirinya merasa terkatung-katung tidak memiliki kejelasan. Meski rajin ngantor, Toni hanya menempati ruang F-PDS yang ada di lantai satu Gedung DPRD Surabaya.
“Saya bersyukur Pak Simon legowo, sudahlah tidak usah dipermasalahkan yang sudah berlalu,” jelasnya.
Toni mengatakan Simon tidak punya rencana untuk menghambat. Sesuai dengan tata tertib partai, semua kader yang ada di dewan wajib menempati di salah satu komisi. Karena itu, Simon sebagai ketua fraksi berkewajiban mengusulkan kepada pimpinan dewan.
Meski begitu, Toni mempersilahkan Simon konflik di internal partai. Tetapi jangan menghambat upaya dirinya menempati komisi. “Saya berada di sini (DPRD) karena masyarakat, tapi kalau Simon menghambat usaha saya nanti masyarakat yang marah,” terangnya.
Disinggung perihal rencana reposisi, Toni menegaskan akan menjalankan tatib partai. Sesuai dengan aturan partai, pengurus struktur partai yang ada di dewan berhak menjadi ketua fraksi. Dengan kata lain, Toni sebagai Ketua DPC PDS Surabaya, berhak duduk di kursi fraksi. Sebab, Simon tidak memiliki jabatan struktur di DPC PDS Surabaya.
Begitu juga dengan rencana PAW Rio Patti Selano. Toni menegaskan dalam waktu dekat akan memproses. Rio diketahui telah jumping ke partai lain. Hanya saja, upaya itu akan dilakukan setelah ada persetujuan dari DPP PDS.
‘Besok (hari ini) saya akan ke Jakarta (DPP), akan melaporkan kegiatan saya setelah dilantik dan rencana reposisi sekaligus PAW,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Surabaya Muchammad Machmud menjelaskan tidak bisa menempatkan setiap anggota dewan sebelum ada surat usulan dari ketua fraksi. Jika itu dilakukan tanpa pengantar dari ketua fraski, maka melanggar Tata Tertib (tatib) serta peraturan pemerintah (PP).(r7)