Transaksi Pencucian Uang Untuk Beli Suara

Tidak ada komentar 139 views

Jakarta, (DOC) – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi sejumlah calon anggota legislatif (caleg) pemilu 2014, memiliki transaksi keuangan mencurigakan. Diduga para caleg melakukan pencucian uang untuk membeli suara.
Koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Ade Irawan mengatakan, temuan PPATK sangat menarik dan penting sekali karena dapat mencegah praktek korupsi pada Pemilu 2014. “Temuan ini sangat penting untuk mencegah praktek korupsi pada pemilu, namun harus segera ditindaklanjuti dan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” ujarnya.
Ade Irawan menambahkan, hal ini juga sebagai umpan lambung kepada KPK untuk segera ditindaklanjuti. “KPK harus melihat dari dua sisi, dari mana dana tersebut berasal dan pengeluarannya untuk apa saja. Biasanya, pengeluaran selain untuk keperluan kampanye juga untuk membeli suara. Transaksi yang meningkat terutama dilakukan oleh incumbent karena mereka yang punya kekuasaan,” imbuhnya.
Menurut pegiat anti korupsi Hermawi F. Taslim, mendesak PPATK terkait beberapa caleg yang melakukan pencucian uang untuk segera mengusut dan mengumumkan siapa saja mereka agar tidak terjadi penafsiran masyarakat terhadap caleg yang bersih. “Temuan PPATK harus cepat diselesaikan karena masalah ini meresahkan para pemilih. Segera usut dan umumkan siapa saja para caleg yang melakukan pencucian uang, agar pemilih lebih hati-hati dalam memilih calegnya,” ujar lulusan fakultas hukum Universitas Sumatera Utara, Medan.
Hermawi Taslim menambahkan, PPATK memiliki aturan atau tata cara sendiri dalam menyelesaikan masalah tersebut, namun harus segera menindaklanjuti dan segera menyelesaikannya. (r4)