Tren Bagus Kinerja Bank Jatim Syariah

Tidak ada komentar 14 views

Surabaya (DOC) – Kinerja Bank Jatim Syariah pada akhir September 2017 cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan : Asset (YoY) tumbuh 7,17% dari sebelumnya sebesar 1.564.000 juta menjadi 1.685.380 juta. DPK (YoY) tumbuh 9.98% dari sebelumnya sebesar 952.534 juta menjadi 1.057.711 juta Pembiayaan (YoY) tumbuh 9.79% dari sebelumnya sebesar 795.175 juta menjadi 881.451 juta.

Bank Jatim Syariah mempersiapkan strategi dalam rangka spin off Bank Jatim UUS di tahun 2018 untuk dapat bersaing di industri Perbankan Syariah yaitu pengembangan pasar yang unique dan berbeda dari produk Bank Konvensional, menambah pasar sasaran, saluran distribusi dan segmen yang lebih variatif. Strategi pengembangan produk dengan menciptakan produk – produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar syariah.

Fokus Bank Jatim Syariah di tahun 2018 yaitu meningkatkan kualitas Sumber Daya Insani (SDI), IT, Kecepatan Bisnis Proses dan Mutu Layanan. Di sektor pembiayaan retail dan mikro, Bank Jatim Syariah akan menjalankan program unggulan yang mengedukasi dan mencetak wirausaha baru dengan pola cluster. Kerjasama tersebut antara lain dengan lembaga dibawah naungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Aisyah serta Pimpinan Wilayah Nadhatul Ulama di Jawa Timur.

Bank Jatim Syariah menetapkan target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada tahun 2018 sebesar 5,2%. Bank Jatim Syariah lebih fokus pada peningkatkan komposisi DPK menjadi CASA (dana murah) sebesar 27-28%.

Dalam rangka mengejar pertumbuhan asset produktif, Bank Jatim Syariah menetapkan rencana bisnis 2018 di sektor pembiayaan sebesar 15 s/d 20% dengan bekerjasama dengan kementrian PU-PR, khususnya terkait perumahan rakyat untuk pembiayaan ke masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah di Jawa Timur. Secara umum pembiayaan oleh Bank Jatim Syariah disektor UMKM, Konsumer dan Mikro Pra Sejahtera sebesar 75% selebihnya yaitu sebesar 25 % untuk pembiayaan korporasi seperti pembiayaan sindikasi BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat serta membiayai pembangunan Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi.

Sejak dipercaya menjadi BPS BPIH pada tahun 2004, Bank Jatim terus melakukan pengembangan produk dan senantiasa meningkatkan kualitas layanan kepada calon jamaah haji. Seiring dengan perpindahan pengelolaan dana haji dari Kemenag ke BPKH, Bank Jatim Syariah telah mempersiapkan produk unggulan yaitu Mudharabah Muqayyadah serta Virtual Account yang sesuai dengan kebutuhan program BPKH.

Mudharabah Muqayyadah adalah pembiayaan Mudharabah untuk kegiatan usaha yang cakupannya dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu dan daerah sesuai permintaan pemilik dana. Mudharabah Muqayyadah diterapkan untuk tujuan membiayai pembiayaan tertentu yang mempunyai prospektif dan menghasilkan margin yang tinggi atau sesuai dengan permintaan pemilik dana.
Virtual Account bertujuan untuk memberikan transparasi kepada jamaah haji akan hasil investasi dari dana setoran awal yang dikelola oleh BPKH.

Bank Jatim Syariah juga akan membuka layanan satu atap di setiap kantor Kementrian Agama kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur serta saat ini Bank Jatim Syariah dalam setiap channel distribusi fokus pada penanganan Haji dan Umroh.

Total nasabah jamaah haji Bank Jatim Syariah dari tahun 2012 hingga tahun 2017 mencapai 47.496 jamaah dengan rincian 23.715 jamaah yang sudah berangkat ke tanah suci serta 23.781 jamaah waiting list.

Terkait perkembangan spin off, dokumen pendukung untuk ijin prinsip telah diserahkan ke OJK pada tanggal 31 Oktober 2017. Diharapkan ijin prinsip tersebut telah disetujui OJK sebelum awal tahun 2018. (D02)