TREQ Menjual Tablet Rusak ke Konsumen

Tidak ada komentar 181 views

Surabaya, (DOC) – TREQ, produk teknologi informasi (IT) tablet dan smartphone yang menyapu kelas middle low dianggap telah menjual produk cacat atau rusak ke konsumen. Vendor lokal ini sebelumnya berkiprah di bidang IT dengan menyediakan kebutuhan masyarakat antara lain keyboard, mouse, casing PC, monitor CRT, hingga monitor LCD dan LED. Namun seiring merosotnya penjualan PC dan monitor, kini TREQ mulai fokus ke produksi tablet dan smartphone.
Sayangnya, produk tablet dan smartphone dirakit di Komplek Pergudangan Bumi Maspion Jl Raya Romokalisari IX C o. 7 Surabaya ini, dijual di pasaran tidak sesuai dengan standard kelayakan yang baik. Sebab, beberapa konsumen mengeluhkan kerusakan tablet yang telah dibeli.
Noviyanto Aji, salah satu konsumen TREQ mengaku merasa dirugikan dengan pembelian produk TREQ. Pasalnya, diketahui tablet tipe 3G Basic 3 seri: 013110202216 dengan nota pembelian tertera 25 Agustus 2014 itu sudah rusak di bagian mixcrophone­nya. Sehingga tidak bisa digunakan untuk menerima panggilan dari luar.
TREQ 3G Basic 3 buatan China yang katanya di brosur disebutkan memiliki prosesor Dual­core jenis chip Qualcomm Snapdragon MSM8225 berkecepatan 1,0 GHz, untuk menunjang kinerjanya tablet ini disokong RAM 512 MB dengan pemakaian chip grafis GPU Adreno 203, nyatanya penggunaannya sering mengalami trobel. Beberapa kali pengguna harus merestart.
“Saya baru tahu kondisinya (TREQ 3G Basic 3) rusak setelah mengecek di rumah. Padahal itu belum sehari membeli,” terang Noviyanto di kantornya Jalan Sidosermo PDK VA­19, Surabaya, Selasa (23/9/2014).
Pria yang berprofesi sebagai penulis dan wartawan ini juga mengeluhkan lambannya layanan TREQ khususnya di service counter (SC). Saat dikonfirmasi di bagian SC lantai 4 no. 485 gedung World Trade Center, Surabaya, pihak SC menjelaskan bahwa sparepart TREQ harus inden terlebih dahulu dari Jakarta selama 1 bulan.
“Ini kan aneh, saya mendapat garansi secepat kilat padahal penggunaan barang itu baru beberapa hari. Ini sama saja membeli barang second alias bekas. Sebagai konsumen saya membeli produk itu sesuai dengan yang tertulis di brosur. Kalau toh rusak seharusnya barang­barang itu di­replace atau diganti dengan baru, bukannya diperbaiki,” ujarnya.
Perusahaan yang berkantor pusat di City of Tomorrow, Surabaya ini, dianggap telah menyalahi term of use yang tertera di situs resminya treq.co.id di mana disebutkan di baris kedua, semua produk TREQ sudah lolos uji Quality Control dengan baik. Di baris keempat juga disinggung bahwa semua produk Android Treq mempunyai Garansi 3 Tahun meliputi 1 year sparepart dan 3 years Service By SSSC.
“Saya melihat ketentuan­ketentuan ini tidak dijalankan TREQ dengan baik. Kalau memang produk TREQ sudah lolos uji, buktinya saya bisa mendapat produk rusak. Ini kan sama saja pembohongan terhadap publik,” ungkap Noviyanto.
Noviyanto mengungkapkan, dengan kejadian ini pihak TREQ telah dengan sengaja merugikan konsumen. Padahal jelas diatur UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen bahwa hak konsumen di antaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa; hak untuk memilih barang dan atau jasa serta mendapatkan barang dan atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan; hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan atau penggantian, apabila barang dan atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya; dan sebagainya. Dalam kasus ini, pelaku usaha bisa dikenakan hukum pidana.
“Kami mungkin akan menempuh jalur hukum. Sebab dari pihak TREQ belum ada itikad baik dalam mengambil keputusan yang menganggu ketidaknyamanan konsumen,” tegasnya.
Sementara Product Manager Area TREQ Jawa Timur Hendra S Sanjaya saat dikonfirmasi terkait keluhan konsumen, pihaknya hanya mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. “Keluhan saya terima dan sudah saya forward ke rekan servis. Secepatnya akan kami lakukan pengecekan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” kata Hendra, Selasa (23/9/2014). (r4)