Tuduh Pemkot Lakukan Kebohongan Publick

Tidak ada komentar 150 views

Surabaya , (DOC) – Target pembangunan di Surabaya di tahun 2012, yang dianggap sudah ter-realisasi oleh Bagian Bina Program Pemkot Surabaya, mengundang reaksi minor sejumlah anggota DPRD Kota Surabaya.
Wakil Ketua Komisi C, bidang pembangunan, DPRD Kota Surabaya menyatakan, Banyak proyek yang tidak selesai di tahun 2012, tetapi Bina Program malah mengekspos telah sesuai target. Hal ini jelas mengundang reaksi kita. “Pembohongan publik jika pemkot menyampaikan target-target pembangunan terealisasi di 2012,” katanya, Jumat(21/12/2012).
Agar tidak terulang lagi di tahun 2013 mendatang, Menurut Simon, Pihaknya akan meminta pembangunan konstruksi Kota Pahlawan ini, sesuai dengan “Detail Engineering Design” (DED), menyusul banyaknya proyek yang tidak terserap anggarannya di tahun 2012.
Simon menjelaskan, pembangunan yang tidak selesai di 2012 lalu, di antaranya frontage road Jalan Ahmad Yani, gorong-gorong di Prapen dan Mayjen Sungkono, serta sejumlah bangunan sekolah, seperti SMP 52 dan SD Mojo VI dan VII. “Artinya banyak yang belum selesai. Kami minta pemkot mengakui bahwa ini adalah kelemahannya. Kita akan benahi pada 2013 manajemen konstruksinya,” Tegas Ketua Fraksi Damai Sejahtera ini.
Pernyataan yang sama, juga disampaikan oleh Erick Reginal Tahalele Anggota Komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar yang meminta agar Pemkot mengkoreksi dulu, saat akan mengekspose program-programnya yang dianggap sudah selesai.
“memang kita tahu bahwa penyerapan anggaran menjelang akhir tahun akan segera dipertanggungjawabkan. Namun-kan bukan hanya sekedar serapan anggarannya, tapi proyek fisik nyatanya juga harus dilihat sampai sejauh mana untuk bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap Erick.
Erick menambahkan, proyek perbaikan saluran drainase di Prapen contohnya, fisiknya nyata terlihat belum selesai, meski serapan anggaran proyek tersebut mungkin sudah terserap. Begitu pula dengan proyek box culvert di Banyu Urip hingga Tandes yang malah membuat macet.
“Pemkot menganggap selesai di media, harus jelas dong. Selesai anggarannya atau fisik proyeknya. Sehingga pemerintah, tidak terkesan telah melakukan kebohongan publik,” imbuhNya.
Sebelumnya, Kasubbag Penyusunan Pelaksanaan Program Bagian Bina Program Kota Surabaya Eka Martono memang menyatakan, Pemkot Surabaya telah memiliki alur khusus program penyusunan DED untuk setiap pembangunan kontsruksi pada pelaksanaan APBD Surabaya 2013.
Program yang dibuat Pemkot Surabaya sesuai dengan ketentuan yang ada. Pada saat proses DED harus mencantumkan “time schedule” dan metodologi yang digunakan pada saat pelaksanaan terkait manuver alat berat, stock yard material, dan lainnya.
Biaya yang diakibatkan oleh metodologi yang digunakan harus terakomodasi pada hasil perencanaan dan dimunculkan di “Bill of Quality” (BQ). Seperti halnya jalan akses masuk material ke lokasi proyek dilakukan secara manual sehingga menimbulkan pengeluaran lebih harus dibuatkan analisa tersendiri dan dituangkan di “Bill of Quality” (BQ). “Hal ini untuk mengantisipasi agar penyedia tidak dirugikan,” kata-Nya.(R7)