Tumor Diwajah Elvira Pernah Dioperasi 2 Kali, Kini Tim Dokter Soewandhi Siapkan Terapi Penyembuhan

foto : Hadi(Ayah) dan ELvira(bocah perempuan pengidap tumor di wajah) saat di rumahnya, kawasan Kutisari Surabaya(dok)

Surabaya,(DOC) – Penyakit tumor yang diderita oleh bocah perempuan Elvira Agustina(7) nampaknya sudah mendapat penanganan medis sejak November 2017 lalu.

Didalam groub whatsapp, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser, menjelaskan, laporan Dinas Kesehatan, pemeriksaan kesehatan terhadap Elvira telah dilakukan pada tanggal 30 April 2018 di RS Soewandi dan dilanjutkan pada tanggal 2 Mei 2018 untuk membahas terapi penyembuhan.

Namun sebelumnya, lanjut Fikser, awal munculnya penyakit Elvira telah diketahui oleh Dinas Kesehatan Surabaya sejak 12 November 2017 lalu. Bahkan petugas Dinkes sudah melakukan kunjungan ke rumah bocah perempuan yang tinggal di kawasan Kutisari tersebut.

“Benjolan masih sebesar kelereng berwarna merah seperti digigit serangga tepat di pelipis sebelah kiri. Oleh orang tua Elvira, benjolan tersebut kemudian diolesi minyak tawon. Namun benjolan itu tak juga kempes hingga pada 26 November 2017 orang tua Elvira memeriksakan penyakit anaknya ke RS Gotong Royong dan ditangani oleh dr. Fellylantas di rujuk ke dokter spesialis anak. Elvira menjalani foto rontgen APlateral dan hasilnya TAA,” ungkap M. Fikser dalam klarifikasinya, Rabu(2/5/2018).

Fikser menambahkan, sampai pada bulan Desember 2017 penyakit Elvira tak juga membaik, hingga orang tuanya membawa ke pengobatan alternatif di Madura.

Dari sinilah benjolan tumor Elvira semakin membesar, bahkan 2 kali lipat dari benjolan semula.

“Dalam pengobatan itu, Elvira di pijat dua kali dalam sebulan, bukannya sembuh, benjolan tersebut malah membesar, tapi juga sempat mengecil setelah mengkonsumsi obat kemudian membesar kembali hingga dua kali lipat dari awalnya,” papar Fikser.

Benjolan yang kian membesar, membuat orang tua Elvira  kembali membawa anaknya ke RS Gotong Royong untuk berobat. Menurut Fikser, saat itu ditangani oleh dr. fransiscus dan sempat dilakukan pembedahan.

“Sayangnya tidak ada darah yang keluar melainkan hanya nanah. Benjeloan Elvira itu sempat mengecil setelah dilakukan operasi pada akhir Januari 2018 lalu,” imbuhnya.

5 hari kemudian pasca operasi, benjolan yang bercokol di wajah Elvira kembali membesar, sehingga operasi dilakukan kembali. Hasil dari operasi kedua ini, benjolan kembali mengecil seperti hasil operasi pertama.

“Pasca operasi kedua benjolannya mengecil lagi, namun kemudian membesar kembali hingga saat ini,” papar Fikser.

Dari pernyataan tersebut, tindakan medis dari Dinas Kesehatan, baru dilakukan pada Senin(30/4/2018) lalu dan hari Rabu(2/5/2018) kemarin. Operasi sebanyak 2 kali, hanya dilakukan oleh tim dokter di RS Gotong Royong.

Dengan catatan medis tersebut, membenarkan tudingan media selama ini, bahwa Pemkot Surabaya baru merespon penyakit Elvira setelah viral di media sosial.(r7)