Tunda Rekrutmen Dirut KBS

 Politik

Surabaya, (DOC) – Sulitnya merekrut direktur utama (Dirut) BUMD KBS, yang dilakukan oleh tim seleksi, ternyata menarik perhatian semua pihak, termasuk kalangan legeslatif dan managemen KBS sendiri.
Komisi B DPRD Kota Surabaya Bidang Perekonomian, meminta wali kota untuk menunda penetapan 10 calon dirut Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang telah lolos seleksi Badan Pengawas (Bawas) KBS.
Ketua Komisi B, M. Machmud, Rabu(12/12/12) menilai, 10 orang calon Dirut KBS tersebut, masih kurang memenuhi kualifikasi untuk menangani persoalan satwa. “Saran saya kepada wali kota untuk tidak menetapkan atau memilih dulu calon dirut tersebut. Semua baik, tapi cari yang lebih baik,” katanya.
Machmud menambahkan, dirinya telah melihat latar belakang 10 calon Dirut tersebut. Namun memang tidak banyak yang menguasai persoalan satwa. “Ada yang sudah terbiasa berhubungan dengan satwa tapi cuma produsen makanan satwa,”katanya.
Selain faham soal satwa, para calon Dirut itu, juga kurang memiliki jiwa kepemimpinan, manejerial dan menguasai komunikasi. Bahkan ada yang masih muda umur 23 tahun. “jelas, Kami meragukan pengalamannya,” katanya.
Machmud juga menyatakan, untuk mengundur jadawal rekrutmen memang perlu biaya lebih. Untuk itu komisi B akan mengusulkan anggaran tambahan untuk pemilihan Dirut KBS yang menghabiskan dana Rp.250 juta. “Kami siap mengusulkan anggaran demi KBS yang lebih baik,” katanya.
Adapun 10 nama calon Dirut KBS yaitu , T.M. Fuad Hassan (44) Pendidikan terakhir S1 Ekonomi Manajemen, Ratna Achjuningrum (41), S1 Teknik Mesin, Purwo Toto Widarto (40), S2 Akuntansi, Andi Farouq Hasan (39), S2 Manajemen, Joko Purnomo (34), S2 Manajemen, Didik Prasetyo (39), S2 Manajemen, Peiroll Gerald Notanuban (23), S1 Hukum, Juddy Widjaja (52), S1 Kedokteran Hewan, Arief Mardiyanto (23), S1 Kesehatan Masyarakat dan Alex Alfiandri (27) S1 Kesehatan Masyarakat.
Sementara itu ditempat terpisah Ketua Tim Pengelola Kebun Binatang Surabaya – Tony Sumampow berharap, agar Dirut Bumd KBS yang terpilih nanti , bisa mengubah wajah dan suasana KBS lebih modern dan bisa menarik pengunjung lebih banyak lagi. Diakui oleh Tony Sumampow, bahwa persaingan usaha sekarang ini sudah cukup ketat, sedang hingga kini KBS belum juga di up grade.
“persaingan ini juga dengan KBS daerah lain, belum lagi luar negeri. Jika KBS dikelola BUMD, harus ada pergantian suasana, mungkin dengan kereta yang membawa pengunjung berkeliling, atau wahana wahana yang lebih menarik. Tentunya satwa juga diperhatikan.”.Kata Tony di kantornya.
Lebih lanjut Tony menambahkan, KBS memang perlu suntikan dana untuk mengupgrade secara total. Begitu pula dengan pengelolaannya yang juga di perlukan tenaga tenaga yang profesional. Untuk itu dalam rekrutmen calon Dirut KBS, diharapkan pemkot bisa memilih seorang Dirut yang bisa membawa kemajuan KBS.
“Dana besar untuk mengubah wajah dan suasana KBS sangat diperlukan, tapi juga harus ada tenaga profesional yang mengelolanya. Pemkot dalam mencari Dirut jangan milih yang kwalitasnya standar, karna hasilnya akan standar juga. Namun pilih yang profesional agar Produknya bisa profesional. Ya tentu tidak mudah karena mereka selalu melihat salary.” Ucap Tony.(R7)