Ganti Rugi Tak Jelas, Warga Karangpoh Mengadu Ke Dewan

Surabaya,(DOC) – Pembangunan proyek box culvert di sepanjang jalan BanyuUrip Surabaya, nampaknya masih menyisahkan masalah yang cukup rumit.
10 rumah yang ambruk akibat proyek tersebut, hingga kini belum mendapatkan kepastian ganti rugi dari pelaksana proyek PT Waskita Karya.
Sejumlah warga karangpoh yang rumahnya ambruk, hari ini mengadukan nasibnya ke Komisi C DPRD Surabaya. Juru bicara warga, Rudi mengaku, janji ganti rugi dari pelaksana proyek tidak pernah tertuang dalam kertas bermaterai, hitam diatas putih, sehingga warga kuatir kompensasi tidak terpenuhi.
Menurut Rudi, ganti rugi yang sudah diberikan oleh PT Waskita yaitu uang kos sebesar Rp500 ribu, kepada 10 kepala keluarga yang rumahnya roboh. Sedangkan soal pembangunan rumah yang roboh dan akan dibangunkan kembali, hingga kini hanya lisan saja.
“Jangankan soal Ganti rugi berupa pembangunan rumah kembali pasca box culvert selesai, ganti rugi tanah yang terkena pembebasan lahan hingga kini belum juga terbayar. Bahkan infonya hampir warga disepanjang sungai Banyuurip sebagaian besar tanahnya belum terbayar,” ungkap Rudi, Senin(25/11/2013).

Sementara itu, Agus Sudarsono Anggota Komisi C DPRD Surabaya menjelaskan, seharusnya dalam hearing ini, Pelaksana proyek, PT Waskita Karya juga diundang, namun tidak hadir tanpa konfirmasi.
Menurut Agus, Sikap kontraktor pelaksana ini, sangat mengecewakan semua pihak, untuk itu, komisi C akan mendesak pemkot Surabaya untuk memwarning kontrkator pelaksana. “Kita akan desak pemkot terus agar menekan pihak kontraktor untuk memperjelas ganti rugi warga yang terkena dampak pembangunan box culvert. Kita juga tidak pernah mentolerir kepada siapapun, meski kontraktor itu di tunjuk oleh pemerintah pusat,” tegas Agus.
Selain mendesak pemkot Surabaya, komisi C juga berencana memanggil lagi PT Waskita Karya, untuk dipertemukan oleh warga.
“Dampak pembangunan box culvert ini, juga dirasakan oleh warga disekitar lokasi proyek, yang sering mengalami kesulitan air, karena pipa PDAM bocor terkena alat berat proyek,”jelas politisi Golkar ini.(r7)