Tuntut Penyesuaian UMK, RS Premier Didemo

Tidak ada komentar 560 views

Surabaya, (DOC) – Puluhan karyawan Rumah Sakit Premier Surabaya (RSPS) yang dulu bernama HCoS (RS International Surabaya), Jumat (28/2/2014), menggelar aksi demo di pelataran RS. Aksi puluhan karyawan itu mewakili kurang lebih 600-an karyawan RS Premier.
Mereka menuntut agar manajemen melakukan penyesuaian gaji berdasarkan ketentuan UMK Surabaya 2014. Menurut Tri Wibowo, koordinator aksi yang juga pimpinan PUK SBSI 1992 RS Premier, karyawan menginginkan pihak manajemen memberikan penyesuaian gaji sesuai ketentuan pemerintah, pemberlakuan UMK 2014. Menurutnya, hingga saat ini hanya sebagian dari karyawan yang telah dipenuhi upahnya sesuai UMK tersebut. Hal lain adalah gaji karyawan di RS Premier di dua lokasi lain seperti di Jakarta (Bintaro dan Jatinegara) sudah sesuai UMK, mengapa hal itu tak terjadi di Surabaya.
Hal inilah yang mengindikasikan perusahaan diskriminatif kepada mereka. Untuk itu, para karyawan sepakat menggelar aksi demo damai untuk menyuarakan tuntutannya. Menurut Tri, mereka akan tetap menggelar aksi demo ini hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh manajemen.
“Selama ini pembicaraan dengan pihak manajemen telah dilakukan tapi tidak membuahkan hasil, masih menemui jalan buntu dan belum ada kesepatakan. Saat ini para karyawan masih menunggu reaksi dari manajemen RS Premier untuk mencari solusi atas tuntutan ini,” kata Tri Wibowo.
Sementara itu, meskipun berdemo, aktivitas para karyawan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sebagian dari mereka tetap menjalankan tugas dan kerja mereka seperti biasa, hanya bagi mereka yang kebetulan sedang libur kerja yang kemudian melakukan aksi demo. Hal ini menurut Tri Wibowo, agar fungsi pelayanan ke pasien tidak terganggu.
Sementara itu, pihak manajemen melalui Direktur RS Premier Surabaya Dr Suhartono menyatakan, pihak manajemen menghormati apa yang disampaikan oleh karyawan sebagai bentuk kebebasan dalam penyampaian pendapat. Namun pihak menajemen hingga kini tetap menganggap upah yang telah dikeluarkan oleh perusahaan sudah sesuai dengan ketentuan perundangan. Namun pihak manajemen tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pembicaraan lagi dengan karyawan.
Sedangkan menurut Warno, Manajer HRD RS Premier Corporate Group, menyebutkan, masih belum ada titik temu antara manajemen dengan karyawan ini dikarenakan perbedaan persepsi antara perusahaan dan karyawan. Manajemen tetap mengupayakan win win solution, namun bila tetap tak tercapai maka pihaknya mempersilakan karyawan untuk meminta mediasi tripartit, bersama-sama pihak Disnaker Surabaya. (k2/r4)