Tuntut Upah Minimum , Buruh akan Blokir Bandara Polonia Medan.

MEDAN (DOC) – Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) berencana melakukan mogok kerja secara massal Selasa besok (13/11/2012).

Sekitar 10 ribu orang buruh dari Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan berbagai  kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara (Sumut),  akan berkumpul di Medan menolak keputusan pemerintah daerah dalam penetapan upah minimum Provinsi (UMP).

Selain mogok kerja, Para buruh juga akan mendatangi kantor Pemerintahan dan memblokir Bandar Udara Polonia, hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Presidium MPBI yang juga Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Sumut Minggu Saragih mengatakan, mogok kerja nasional ini, menolak pemberlakuan UMP yang telah ditetapkan sebesar Rp. 1,305 Juta.

Nilai UMP tersebut dianggap jauh dari tingkat kehidupan layak di Sumatera Utara, meski jumlahnya naik sekitar Rp. 105 ribu.

Pemerintah hanya menetapkan UMP Sumut tanpa melalui survey lapangan, hanya menyesuaikan tingkat inflasi saja.

“Nilai upah yang diterapkan di Indonesia saat ini terendah di bandingkan negara-negara Asean. Padahal secara pertumbuhan ekonomi, kita termasuk yang paling baik. Perbandingannya, upah rata-rata di Indonesia hanya sebesar Rp1,1 juta per bulan atau USD 0,6 per jam. Sedangkan di Malaysia per jamnya mencapai USD 2,88, Thailand USD 1,66, Filipina USD 1,04. Apalagi Singapura, jumlahnya sudah mencapai lima kali lipat lebih besar dibandingkan kita, ” ungkap Saragih di Medan, Senin (12/11/2012).

Di samping menolak UMP, aksi yang akan digelar mulai pukul 09.00 WIB itu juga menuntut Pemerintah Kota Medan, yang disinyalir telah melakukan konspirasi dengan dewan pengupahan daerah terkait penentuan besaran upah.

“Medan ini kota terbesar di Sumut, kota terbesar ketiga di Indonesia. Industri di Sumut pun dipusatkan di sini tapi kenapa tingkat kecukupan hidup layak (KHL) kita justru lebih rendah,” tukasnya. (r-7)