Turunnya Rupiah Tak Pengaruhi Ibadah Haji

Tidak ada komentar 169 views

Surabaya, (DOC) – Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih belum pulih namun Dirjen Penyelenggara Haji dan pelaksana haji berjanji tidak akan mempengaruhi transaksi urusan haji, terutama yang berada di Arab Saudi menggunkan mata uang $US. Para Jamaah tetap dan dijamin memperoleh layanan yang baik selama berhaji.
Dirjen penyelenggara Haji dan Umroh, Anggito Abimanyu mengatakan Kemenag sudah memiliki cadangan mata uang dollar AS cukup banyak dari setoran awal jamaah haji khusus. Dan setiap pendaftar jamaah haji khusus, harus membayar uang dalam bentuk dollar AS sebesar $US 4000 sedangkan nominal biaya penyelenggara ibadah haji (BPIH) khusus dipatok minimal $US 8000.
“Dengan skema uang muka ini, maka bisa dipakai untuk meng-cover selisih nilai $US terhadap rupiah antara saat BPIH ditetapkan dulu dengan saat ini. Kami sudah menerapkan langkah lindungi nilai,” terang Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Anggito Abimanyu menanggapi kepanikan jamaah terkait melemahnya nilai tukar rupiah, Selasa (3/9/2013).
Anggito memastikan seluruh keuangan jamaah haji ini disimpan di bank resmi yang ditetapkan Kemenag. Ada sejumlah pos pembiayaan yang riskan terhadap penguatan dollar AS.
Di antaranya adalah pemberian living cost senilai $US 405 kepada setiap jamaah haji menjelang penerbangan ke Arab Saudi. Selanjutnya juga pengaruh terhadap harga sewa pemondokan yang juga banyak menggunakan transaksi dollar AS.
“Setoran jamaah haji khusus itu masuk ke kami dalam bentuk dollar AS dan kami tarik dalam bentuk dollar AS juga. Jadi nilainya terlindungi,” katanya.
Anggito berharap krisis nilai tukar rupiah ini akan secepatnya pulih, mengingat sebentar lagi masih akan ada perayaan lebaran haji, dimana muslim di seluruh dunia akan berbondong-bondong menunaikan ibadah haji. (k12/r4)