Uang Pelicin Wawali Surabaya Mulai Terkuak

Tidak ada komentar 95 views

Surabaya,(DOC) – Dugaan soal politik uang untuk memuluskan proses pemilihan Wakil Walikota Surabaya pengganti Bambang DH, semakin terkuak. Kabar terbaru soal pengembalian dana dukungan untuk tim panitia khusus(Pansus) pemilihan wakil wali kota Surabaya dikalangan DPRD kota Surabaya, nampaknya bukan isapan jempol belaka. Kebenaran kabar tersebut, terbukti setelah salah seorang tim Pansus mengakui telah mengembalikan uang pelicin untuk mensukseskan Wisnu Sakti Buana Wakil Ketua DPRD Surabaya menjabat sebagai Wakil Walikota SUrabaya. Namun jumlah nominal uang yang diterimanya dan dikembalikan tersebut, tidak seperti yang diberitakan sebelumnya yaitu sebesar Rp10 juta, melainkan hanya separuhnya.

Pengakuan anggota Pansus yang melarang namanya disebutkan menjelaskan, pengembalian dana dukungan pemilihan itu memang sangat terkait dengan nilai yang diterima dan maksud tujuan dana itu. Menurutnya, beberapa anggota Komisi A yang notabene anggota Panitia Khusus untuk menentukan tata tertib pemilihan dan penentuan anggota Panitia Pemilihan, sempat membawa uang yang terbungkus rapi dalam amplop. Sementara anggota pansus lainnya yang membuka langsung amplop itu, sempat bertanya-tanya kepada pembagi uang yang juga kader PDI Perjuangan sekaligus anggota Pansus.
“Ini uang apa. Saat itu dijawab, wis gowo en (sudah bawa saja, red). Karena tak jelas, maka ada yang mengembalikan uang senilai Rp5 juta tersebut. Saya memang sempat membawa pulang, karena habis menerima amplop itu tak tahu apa isinya. Sampai di rumah saya bingung itu uang apa, esoknya saya kembalikan juga. Rata-rata di Komisi A, semua mengembalikan uang Rp5 juta tersebut,” terangnya.
Ia juga mengatakan, pengembalian uang itu bukan karena ada pemberitaan di media, tapi itu sudah dikembalikan sejak Pansus terbentuk. Masalah penerimaan uang itu juga sudah dirinya konfirmasi ke fraksinya. Namun karena tidak ada jawaban yang jelas, lantas uang itu ia kembalikan.

Pasca pengembalian uang, pertemuan pun berlanjut pada Kamis(15/8/2013) minggu lalu, di restoran Ria Galeria, Jl Raya Gubeng Surabaya. Menurutnya, Di tempat itu, tawar menawar harga, mulai terjadi dan nilainya-pun ditinggikan. Seperti yang telah diinformasikan sebelumnya, Bahwa PDI Perjuangan yang menemui anggota Fraksi Demokrat DPRD Surabaya adalah Wisnu Sakti Buana, Armudji dan Tri Didik Andiono. Pertemuan itu dibalut dengan acara halal bi halal.

Semula dalam pertemuan itu tetap ada penawaran harga sebesar Rp5 juta untuk tiap anggota Fraksi Demokrat. Namun belakangan harga itu naik jadi Rp10 juta per kepala. “Saat itu juga ada rasan-rasa, arek-arek dikek’i Rp10 jutaan kok mingkem (anak-anak diberi Rp10 juta kok diam aja, red). Infonya ada yang senang dengan nilai tersebut karena lebih tinggi dari penawaran awal,” tambah sumber tersebut.
Namun sayangnya nilai Rp10 juta itu ternyata sama sekali belum dikantongi tiap anggota Fraksi Demokrat. Bahkan dikabarkan, uang itu hanya dijanjikan setelah paripurna pemilihan wakil wali kota Surabaya.

Disinggung tentang siapa saja anggota Fraksi Demokrat yang menolak Wisnu Sakti jadi wakil wali kota? Sumber yang membeberkan melalui ponselnya itu menegaskan, bahwa pihaknya tidak menolak Wisnu Sakti, karena itu memang jatah PDI Perjuangan. Namun yang ia sesalkan mekanismenya tidak prosedural.(R4/R7)