Uji Emisi Ciptakan Langit Biru

 Nasional

Surabaya, (DOC) – Pemkot Surabaya bersama Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan uji emisi gratis selama 3 hari. Uji emisi kendaraan bermotor tersebut menurut Sekretaris Dinas Perhubungan Surabaya Dedik Irianto, Selasa (9/10/2012) berlaku untuk masyarakat umum dan bertujuan menciptakan udara bersih mendukung program Langit Biru. Selain di Balai Kota, uji emisi akan dilakukan di Boulevard PTC dan Kertajaya.

Dedik mengungkapkan, sebenarnya kegiatan uji emisi kendaraan rutin dilakukan Dinas Perhubungan. “Dalam setahun kita merencanakan kegiatan sebanyak 48 kali. Jadi Sebulan diselenggarakan 4 kali,” terang Dedik.
Kegiatan pemeriksaan emisi gas buang kendaraan ini biasanya dilaksanakan di terminal dan tempat-tempat umum. Kendaraan yang tidak memenuhi standar baku mutu akan diperingatkan agar diperbaiki. Namun, untuk angkutan umum tidak diperkenankan mengangkut penumpang.
“Di terminal jika melampaui batas, armada itu kita keluarkan dari terminal dan dilarang mengangkut penumpang hingga kualitas emisinya baik,” tegas Dedik.
Dalam pemeriksaan uji emisi yang berlangsung di Balai Kota, ia menargetkan diikuti sekitar 700 kendaraan. Dari jumlah itu, ia beharap sedikitnya 75 persen dinyatakan baik. “Seperti tahun sebelumnya, 75 persen dari jumlah kendaraan yang diuji, lulus,” katanya.
Untuk menguji emisi kendaraan Dinas Perhubungan memiliki peralatan uji yang sifatnya statis, yang ditempatkan di UPTD Wiyung dan Tandes. Sementara alat yang lain mobile, sejenis truk.
“Yang mobile ini bisanya kita gunakan jika ada kegiatan di lokasi tertentu atau bila ada permintaan perusahaan angkutan untuk melakukan pengujian seperti angkutan taxi. Minimal 50 kendaraan yang diuji,” tambah orang nomor dua di Dishub Surabaya ini.
Dalam uji emisi menurutnya, akan dilihat karbon yang dikeluarkan kendaraan, apakah ditolerir atau tidak, karena berkaitan dengan bahaya tidaknya terhadap kesehatan. Namun demikian, tingkatannya juga melihat keluaran kendaraan yang bersangkutan.
Uji Emisi di Balai kota Surabaya dihadiri pejabat Kementerian Lingkungan Hidup. Kabid Transportasi, Perkeretaapian, dan Angkutan Berat, Asisten Deputi Emisi Sumber Bergerak Deputi II Kementerian LH Didin Chairudin mengatakan, kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengevaluasi kualitas udara perkotaan ini dilaksanakan di 45 kota. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Kementerian lingkungan hidup dan pemerintah kabupaten/kota.
“Sebenarnya dilimpahkan di provinsi. Tapi Jawa Timur dan Jakarta belum menerima dekonsentrasi. Jadi kita laksanakan sendiri menunjuk pihak ketiga bekerjasama dengan pemerintah daerah,” ungkap Didin.
Dia menyebutkan, uji emisi di Jatim dilaksanan di dua wilayah, yaitu Surabaya dan Malang. Di Surabaya di samping uji emisi, juga dilakukan traffic counting, road side dan monitoring sampling kualitas bahan bakar. Semuanya menurut Didin merupakan komponen evaluasi kualitas udara, kontribusinya sekitar 10 persen terhadap penilaian Adipura.
Selama ini ia menilai, kualitas lingkungan di Surabaya sangat baik.”Surabaya beberapa kali meraih penghargaan kuarang lebih 8 kali sejak 2009. Mudah-mudahan kualitas udaranya terus meningkat,” harap Didin.
Kualitas lingkungan yang terus membaik itu dinilai karena penataan kota yang baik, lalu lintas lancar, banyak penghijauan yang bisa menyerap polusi udara dan kendaraan yang digunakan masyarakatnya dirawat dengan baik.(K4/R8)