UMK Ditetapkan Lebih Cepat, Grahadi Dijaga Ketat

Tidak ada komentar 145 views

Surabaya, (DOC) – Aksi buruh yang menuntut kenaikan UMK sebelum penetapan UMK oleh Gubernur Jatim pada 21 Nopember 2013, masih berlangsung. Namun kenyataannya, gubernur sudah mengeluarkan Pergub nomor 78/2013 yang menetapkan nilai UMK seluruh kabupaten/kota di Jatim.
Sampai malam ini, Rabu (20/11/2013), jalan di depan Grahadi belum bisa dioperasikan. Jalur itu masih ditutup karena aksi ribuan buruh. Rabu petang, pasukan kepolisian menggunakan tiga truk didatangkan menuju lokasi. Petugas dari Polrestabes Surabaya itu terpaksa harus melawan arus di Jl Yos Sudarso menuju Jl Gubernur Suryo tempat aksi para buruh. Ini lantaran para buruh berniat menginap di lokasi, sampai tuntutan mereka dikabulkan.
Tak hanya petugas kepolisian, petugas TNI juga malam itu ditambah. Pemusatan pasukan TNI dilakukan di depan gedung DPRD Surabaya. Pasukan TNI dengan standar pengamanan lengkap.
Rupanya hal ini karena adanya penetapan UMK yang sudah dikeluarkan gubernur melalui Pergub Jatim nomor 78/2013 tertanggal 20 Nopember 2013. Dalam lampiran penetapan itu, UMK Surabaya ditetapkan paling tinggi dengan nilai Rp2,2 juta.
Dua kota yang sebelumnya lebih tinggi dari Surabaya, Gresik dan Pasuruan, nilai UMK-nya tetap di bawah Surabaya. Gresik ditetapkan sebesar Rp2,195 dan Pasuruan sebesar Rp2,190 sama dengan nilai UMK Sidoarjo. Dan yang terendah adalah nilai UMK Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Pacitan dan Magetan sebesar Rp1 juta.
Pergub itu sudah ditandatangani Gubernur Soekarwo sore ini. Karena penetapan itulah, pasukan keamanan disiagakan, dikhawatirkan ada gejolak para buruh. (co/r4)