UMK DKI Jakarta Rp2,4 Juta, Buruh Ancam Demo Lagi

Tidak ada komentar 151 views

Jakarta,(DOC) – Serikat buruh DKI Jakarta menyatakan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 2,4 juta belum bisa untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari. Pasalnya, kebutuhan hidup di Jakarta semakin tinggi.
“Tidak mungkin Rp 2,4 juta bisa meningkatkan derajat dan martabatnya. Masyarakat miskin sudah tidak bisa dikurung untuk berkomunikasi, walaupun handphone-nya hape Cina, tapi untuk komunikasi dan informasi,” kata Ketua Forum Buruh DKI Jakarta Toha Jakarta, Senin (04/11/2013).
Toha menilai Pemprov DKI Jakarta tidak memperhatikan nasib para buruh dengan menetapkan UMP DKI Jakarta sebesar Rp 2,4 juta. Oleh karena itu, banyak buruh yang kecewa terhadap Joko Widodo (Jokowi) selaku Gubernur DKI Jakarta.
“Jokowi tidak memperhatikan kesejahteraan buruh dan lebih memperhatikan topeng monyet,” pungkasnya.
Toha menambahkan tidak puas dengan kebijakan UMP tersebut, para buruh berniat melakukan aksi demonstrasi untuk menuntut kembali haknya.
“Sekali lagi, hari yang akan datang kita akan turun aksi dengan kekuatan yang ada,” pungkasnya. (co/r7)