Umumkan Tak Wudhu Di Masjid Akibat PDAM Padam

Tidak ada komentar 73 views

Surabaya,(DOC) – Pemasangan box culvert di wilayah pertigaan Margomulyo, kembali memadamkan aliran air PDAM disekitar Kecamatan Tandes.
Padamnya air PDAM sejak Minggu malam tersebut, membuat warga termasuk masjid-masjid diwilyah ini, mengalami krisis air. Bahkan, melalui pengeras suara, pengurus masjid mengumumkan kepada jemaahnya, untuk mengambil wudhu di rumah, karena persedian air wudhu di masjid tengah kosong.
“Saya mendengar pengumuman itu di mesjid Attauhid jalan Balongsari dalam sekitar rumah, ya maklum, air PDAM mati mulai kemarin,” Ujar Mustakim, salah satu jamaah masjid, Selasa(23/7/2013).
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan masyarakat, bahwa pemadaman aliran air PDAM ini awalnya karena kegiatan PT. PLN yang melakukan pemeliharaan Gardu Beton di area Surabaya Selatan, rayon Darmo Permai. Rencananya pemadaman hanya di lakukan pada Senin(22/7/2013) kemarin, mulai jam 13.00 WIB sampai 15.00 WIB. Namun karena kecerobohan kontraktor pelaksana pemasangan box culvert, maka pemadaman air PDAM berlanjut hingga sekarang.
Sekitar 4 rumah diwilayah kelurahan Karangpoh, bagian depannya juga mengalami longsor karena ke gerus alat berat milik kontrkator box culvert, PT Waskita Karya, saat melakukan pelebaran saluran. “Pasti kami ganti. Kami tinggal menunggu investigasi, kerusakannya seberapa parah,” ujar Wakil Kepala Divisi Sipil PT Waskita Karya, Dono Parwoto, saat meninjau ke lokasi kejadian, Senin (22/7/2013), kemarin.

Penghuni ke empat rumah warga yang bagian depannya ambruk, dipindah sementara disekitarnya, karena rumah sudah tidak bisa ditempati lagi. Akses jalan pun menuju ke lokasi proyek juga amblas kegerus air. “Kami akan sewakan. Ya penanganan musibah seperti biasanya,” tutur Dono yang mengaku Alumni ITS Surabaya ini.
Proyek pembangunan box culvert di Karang Poh Kecamatan Tandes ini memakan korban material begitu besar. Mengingat bukan hanya 4 rumah ambruk dan masuk ke kerukan sungai, tetapi juga ribuan warga pelanggan PDAM terkena dampaknya, akibat distribusi air PAM tersendat.
Ke 4 rumah yang ambruk, milik warga Karang Poh gang II, memang layak mendapatkan ganti rugi. Lalu bagaimana dengan kerugian material yang dialami oleh ribuan warga pelanggan PDAM disekitar lokasi proyek?, nampaknya ini akan menyisakan permasalahan yang serius, jika tidak ada kesadaran pihak kontraktor untuk berhati-hati setiap pengerjaan proyek.(R7)