UNAS SD Berubah Konsep

Tidak ada komentar 188 views

Surabaya,(DOC) – Dinas Pendidikan kota Surabaya siap melaksanakan kebijakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) dengan menyelengarakan ujian sekolah pengganti ujian nasional untuk jenjang Sekolah Dasar . Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, M. Ikhsan, Minggu (8/12/2013) ketika dihubungi mengungkapkan, pihaknya telah menerima konsep perubahan ujian untuk tingkat SD tersebut. Hanya saja untuk melakukan persiapan, pihaknya masih menunggu kebijakan teknis dari pemerintah pusat.
“Jika juknis (petunjuk teknis) turun, kita tinggal melaksanakan” ujarnya.
Ihsan mengatakan , untuk memformulasikan model ujian sekolah, dalam forum diskusi yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu masih ada sejumlah masukan dari daerah ke pemerintah pusat.
Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surabaya ini mengakui, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya diantaranya berkaitan dengan anggaran ujian sekolah. Pasalnya, sebagian pemerintah daerah, salah satunya adalah Pemerintah kota Surabaya telah menetapkan APBD 2014.
“Mekanismenya bagaimana kita tunggu pusat, karena jika APBD sudah ditetapkan harus ada proses lagi” terangnya.
Ikhsan mengharapkan untuk mengatasi masalah penganggaran ada koordinasi antara Kemendikbud dan Kemendagri. Sebab, pedoman penganggaran di daerah mengacu pada kebijakan kementian Dalam negeri.
Mengenai soal ujian, Ikhsan tidak terlalu khawatir. Menurutnya, dari pengalaman ujian nasional sebelumnya, banyak guru asal Surabaya yang terlibat dalam pembuatan soal tersebut.
“Dari dulu, guru-guru kita sering diundang ke Jakarta untuk membuat kisi-kisi soal ujian” ungkapnya.
Namun demikian, pihaknya belum mengetahui untuk mekanisme pembuatan, apakah kisi-kisinya dari Pemerintah Pusat, provinsi atau daerah.
Sesuai dengan kalender pendidikan, ujian nasional untuk tingkat SD diselenggarakan pada bulan Mei. Untuk mengantisipasi munculnya persoalan , pihaknya berharap persiapan dilakukan jauh-jauh hari.
“Jika mepet tidak baik, makanya makin cepat persiapan makin baik” harapnya.
Ikhsan mengaku, perubahan ujian nasional mnjadi ujian sekolah memiliki dampak positif bagi daerah, diantaranya mutu soal bisa menyesuaikan dengan perkembangan daerah. (k4/r7)